Published On: Ming, Feb 7th, 2016

Polisi Masih Buru Pengunggah Video Porno Soko

TUBAN

MASIH DISELIDIKI : Video porno yang diunggah salah satu pemilik akun di youtube mencatut nama wilayah Tuban

MASIH DISELIDIKI : Video porno yang diunggah salah satu pemilik akun di youtube mencatut nama wilayah Tuban

seputartuban.com – Setelah heboh foto helikopter jatuh, pengguna internet (Netizen) di Kabupaten Tuban digegerkan dengan beredarnya video berhubungan intim di situs youtube. Video tersebut berdurasi 7 menit 51 detik. Namun usai heboh diberitakan, video tersebut tidak lagi dapat diakses karena sudah dihapus oleh pengelola situs karena dianggap melanggar.

Video tersebut berdurasi 7 menit 51 detik. Isinya pria dan wanita sedang berhubungan intim di sebuah kamar. Nampak perekamnya adalah wanita dalam video itu dengan menggunakan kamera ponselnya. Pengunggah video tersebut Nazik Alnahilla pada tanggal 04 Pebruari 2016.

HILANG : Video porno telah dihapus pengelola youtube, Sabtu (6/2/2016) malam

HILANG : Video porno telah dihapus pengelola youtube, Sabtu (6/2/2016) malam

Dalam video berjudul “udin suko tuban” itu sebagai pengunggah dengan nama akun  dengan nama akun Nazik Alnahilla. Namun setelah ramai diberitakan, video tersebut sudah dihapus dari saluran publikasi di akun youtube-nya. Bahkan saat Sabtu (6/2/2016) malam video tersebut sudah dihapus dari situs. Diketahui akun itu tidak memiliki banyak koleksi, hanya 5 video yang diunggah.

Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas video itu, untuk mengungkap kebenaranya maupun pelakunya. “Akan kita lakukan lidik untuk mengungkap kebenaranya. Jangan sampai seperti heboh kemarin yang katanya anak SMP Tuban ternyata bukan dari daerah kita,” terangnya. Sabtu, (6/2/2016) sore.

Kapolres menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar yang belum benar. Apalagi info itu membawa nama Tuban, sehingga sangat berdampak pada citra Tuban. “Taktik dan teknik penyelidikanya kami tidak dapat menyampaikan pada pihak media, dalam waktu dekat, nanti kita sampaikan saja hasilnya seperti apa,” janjinya.

Secara aturan, pelaku dapat dikenakan pasal 45 JO Pasal 29 undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang infornasi dan transaksi elektronik. Dengan ancaman pidana minimal 6 Tahun atau denda sebesar Rp 1 milar. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Videos