Published On: Sen, Mei 23rd, 2016

Polisi Kawal Rombongan Pendekar IKS PI Kera Sakti

PARENGAN

seputartuban.com – Sebanyak 304 warga dan pendekar perguruan Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKS PI) Kera Sakti Cabang Tuban. Sabtu (21/5/2016) siang yang diberangkatkan untuk diwisuda ke Madiun yang dipusatkan di Kecamatan Parengan.

DIKAWAL KETAT : Rombongan warga dan pendekar IKS PI Kera Sakti yang akan diberangkatkan

DIKAWAL KETAT : Rombongan warga dan pendekar IKS PI Kera Sakti yang akan diberangkatkan

Ketua IKS. PI Kera Sakti Cabang Tuban, Koesma (45) menjelaskan pemberangkatan dikawal jajaran Polres Tuban. “Jumlah siswa yang diberangkatkan ujian kenaikan tingkat dari wilayah Kabupaten Tuban ini seluruhnya 127 peserta, didampingi oleh 177 pelatih,” terangnya.

Pemberangkatan itu dilaksanakan dalam 2 kloter. Yakni pemberangkatan pertama diberangkatkan pada pukul 11:00 WIB diikuti 131 orang. Sedangkan sisanya diberangkatkan siang. Hal itu dilakukan mengingat beberapa siswa yang akan melaksanakan pengesahan angkatan 101/115 masih mengikuti pelaksanaan ujian di sekolahnya. “Mereka yang akan menyusul diantaranya dari Kecamatan Montong, Kecamatan Bangilan, dan Kecamatan Bancar,” lanjutnya.

Rombongan para pendekar Kera Sakti itu menggunakan 22 kendaraan jenis minibus. Dengan kawalan petugas Satlantas Polres Tuban dan Sat Sabhara.

DIJELASKAN : Kapolsek Parengan, Ahmad Kusrin saat memberikan arahan kepada warga dan pendekar IKS PI Kera Sakti sesaat sebelum diberangkatkan

DIJELASKAN : Kapolsek Parengan, Ahmad Kusrin saat memberikan arahan kepada warga dan pendekar IKS PI Kera Sakti sesaat sebelum diberangkatkan

Kapolsek Parengan AKP Ahmad Kusrin menyampaikan pesan kepada para pendekar bahwa selama perjalan agar mengendalikan emosi, menjadi pesilat tanggung dan menolong sesama. “Jangan sampai berbuat anarkis selama perjalanan serta jaga nama baik IKS PI Kera Sakti. Semoga selamat sampai tujuan,” lanjutnya.

Himbauan lainya adalah agar para warga dan pendekar selama perjalanan dilarang memakai seragam, Hal ini untuk menjaga keamanan bersama. Para pendekar kung-fu yang didirikan oleh Raden Totong Kiemdarto pada 15 Januari 1980 di Madiun itu, memasuki Padepokan pusat untuk disahkan pada pukul 19.00 WIB hingga mengikuti rangkaian pengesahan sampai menjelang waktu pagi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author