Published On: Sel, Agu 8th, 2017

Polemik Patung Kongco Kwan Sing Tee Koen Makin Meruncing

seputartuban.com, TUBAN – Heboh patung Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klentheng Kwan Sing Bio Tuban yang meramaikan jagat media sosial (Medsos) berbuntut panjang.  Tidak hanya menjadi polemik bagi netizen juga terus menjadi polemik di dunia nyata.  Para aktivis organisasi umat koghuchu muda di Jakarta angkat bicara,  aksi lintas masyarakat di DPRD Jatim hingga munculnya petisi online untuk merobohkan patung tersebut. 

VIRAL : Salah satu foto yang beredar di media sosial pasca penutupan patung dengan kain

Meski di Bumi Wali,  sebutan lain Kabupaten Tuban,  tidak ada gejolak masyarakat hingga aksi turun jalan,  namun para pihak terkait turun tangan untuk menangani polemik tersebut.  Mulai melakukan pertemuan lintas sektor hingga menutup patung setinggi 30 meter itu dengan kain putih.  Pro dan kontra patung ini rawan menjadi pemecah kerukunan masyarakat,  karena syarat berkaitan dengan suku,  ras dan agama (SARA). 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban secara formal bereaksi dengan mengeluarkan surat ini rekomendasi yang ditujukan kepada Bupati Tuban.  Nomor 96/MUI-Tbn/VIII/2017. Yang isinya memuat 3 pertimbangan dan 3 rekomendasi.  Pertimbangannya adalah pembangunan Patung Kwan Sing Tee Koen sudah melanggar ketentuan perundangan.  Juga dinilai telah mencederai rasa keadilan masyarakat serta menimbulkan gejolak dan memantik emosi masyarakat. 

Sehingga direkomendasikan Bupati Tuban agar melakukan tindakan tegas atas pelanggaran perundangan.  Segera mengambil langkah kongkrit untuk mengembalikan rasa keadilan serta mengambil langkah agar gejolak masyarakat diredam sehingga tidak semakin meluas. 

Ketua DPRD Tuban,  M. Miyadi menegaskan saat ini sudah dilakukan sejumlah langkah atau tindakan yang berdasar hukum dan memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak oleh pemerintahan Kabupaten Tuban.  Sehingga masyarakat diminta agar tidak terhasut oleh pihak tertentu yang berdampak pada gejolak masyarakat dan memecah belah kerukunan. 

“Sudah ditangani sesuai ketentuan bersama para pihak terkait.  Masyarakat kami minta untuk tetap tenang seperti saat ini.  Jangan terprovokasi pihak luar yang berpotensi menganggu kerukunan kita, ” katanya. 

Politisi yang juga mantan aktivis mahasiswa itu menegaskan bahwa pembangunan patung belum memiliki izin dari Pemkab Tuban. “Yang jelas patung itu belum dapat izin dari Pemda, karena persyaratannya belum lengkap,”  tegasnya. 

Kapolres Tuban,  AKBP Fadly Samad menegaskan agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga toleransi dan keamanan wilayahnya.  Agar tidak mudah terpecah belah oleh pihak manapun.  Karena Pemkab Tuban mengambil tindakan jelas mempertimbangkan banyak aspek. 

“Apapun keputusan terkait patung yang diambil pemerintah daerah disikapi dengan bijak karena itu semua untuk kepentingan masyarakat tuban. Tetap jaga kondusifitas Tuban, ” tegasnya. Nal

Facebook Comments

About the Author