Published On: Jum, Mar 11th, 2016

PMII Tuding Pemkab Tuban Makin Tak Becus Kerja

TUBAN

PROTES KINERJA : Aktivis PK PMII Makdum Ibrahim saat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban

PROTES KINERJA : Aktivis PK PMII Makdum Ibrahim saat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban

seputartuban.com – Meningkatnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sejak tiga tahun terakhir membuat aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Makdum Ibrahim turun jalan, Kamis (10/3/2016). Mereka menuding Pemkab Tuban makin tidak becus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa dari kampus NU itu menuding Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum bekerja maksimal. Terbukti selama 3 tahun terakhir Silpa meningkat terus.Tahun 2013 Silpa APBD Rp. 158.968 miliar, tahun 2014 Rp. 250 miliar, dan Silpa 2015 makin banyak yakni Rp. 294 miliar.

“Dari Silpa selama 3 tahun meningkat itu dapat diketahui bahwa kinerja yang sudah dilaksakan belum maksimal. Padahal toh mereka tinggal menggunakan besaran anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Baik itu sarana prasarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan fasilitas umum lainya,” Kata kordinator aksi, Habib Mustofa.

Mahasiswa yang sudah berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban sejak pukul 09.00 WIB itu mendesak agar kinerja Pemkab Tuban lebih serius dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Bupati Tuban didesak melakukan evaluasi kinerja bawahanya.

“Jika memang SKPD terbukti tidak melaksanakan kinerjanya dengan baik, maka Bupati Tuban wajib mencopot kepala dinasnya,” imbuhnya.

Perwakilan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (DPPKAD) Pemkab Tuban, Sulistyanto mengatakan pihaknya sudah berupaya mangoptimalkan penyerapan tersebut sudah sesuai aturan.

“Silpa itu dari sisa 131 tunjangan sertifikasi guru yang jumlahnya lebih dari Rp. 2 miliar ditambah dengan penghasilan guru yang tidak tersalurkan karena sudah pensiun. Serta sisa dari anggaran Jalan Lingkar Selatan (JLS) dari nominal anggaran pembebasan lahan untuk 10 desa, baru terealisasi 2 desa. Jadi Silpa murninya hanya sebesar Rp. 159 miliar. Dan itu tidak boleh dialokasikan untuk penggunaan kegiatan lain,” imbuhnya dihadapan mahasiswa.

Besaran Silpa tersebut merupakan sisa anggaran yang tidak diduga sebelumnya. Diantaranya pembangunan JLS yang masih terkendala tentang pembebasan lahan serta pembayaran gaji guru yang belum tersalurkan karena sudah pensiun.

Sedangkan untuk melaksanakan peningkatan, pengawasan serta evaluasi kinerja masing-masing SKPD, saat ini Pemkab Tuban sudah mengagendakan evaluasi setiap 4 bulan sekali.

Bulan pertama evaluasi tingkat Staf dengan SKPD, bulan kedua SKPD dengan Sekda, bulan ketiga Sekda mantau masing-masing SKPD,  dan bulan ke empat pembinaan melibatkan Bupati.

“Jika diketahui terdapat kinerja SKPD yang kurang maksimal dan dapat dikatakan amburadul, maka dipastikan yang bersangkutan tidak akan menerima gaji secara Tunai,” tegasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author