Published On: Rab, Sep 30th, 2015

PMII Tuban Tuding Pilkada Cederai Rakyat

TUBAN

 CEDERAI RAKYAT: Massa PMII Komisariat STITMA Mahdum Ibrahim Tuban saat menggelar aksi di depan gedung KPU di Jalan Pramuka, Rabu (30/09/2015) pagi.


CEDERAI RAKYAT: Massa PMII Komisariat STITMA Mahdum Ibrahim Tuban saat menggelar aksi di depan gedung KPU di Jalan Pramuka, Rabu (30/09/2015) pagi.

seputartuban.com-Pegiat intelektual kampus yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STITMA Mahdum Ibrahim Tuban yang selama ini seolah tertidur pulas mulai turun ke jalan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini, massa organisasi kemahasiswaan dengan slogan dzikir, fikir dan amal saleh tersebut mendatangi gedung KPU Kabupaten Tuban di Jalan Pramuka, Rabu (30/09/2015) pagi.

Koordinator aksi, Mustofa, mengatakan coblosan Pilkada Tuban yang akan dihelat 9 Desember mendatang mendatang nyata-nyata telah mencederai hak masyarakat.

APBD pro rakyat yang selama ini digembar gemborkan Bupati Fathul Hudan dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein kini telah menjadi slogan mati.

Dalam orasinya, Mustofa menyebut dana pilkada yang menguras APBD Rp 15 miliar telah merampas penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

“Kami rasa pihak pemangku kebijakan di sini telah berlebihan dalam memberikan pendanaan untuk tahapan pilkada. Sedangkan di satu sisi masih banyak masyarakat Tuban yang belum terentaskan dari kemiskinan. Masih banyak sarana infrastruktur untuk masyarakat yang belum terselesaikan,” ungkap dia.

Menurut Mustofa, pilkada serentak kali ini hanya terkesan membuang-buang anggaran. Sementara aplikasi kegiatan yang dilaksankan KPU Tuban masih berjalan lamban.

Buktinya, jadwal pelaksanaan pemasangan alat peraga kampanye yang dijanjikan KPU yang seharusnya sudah terpasang jauh hari faktanya baru direalisasikan.

“Kami rasa penerapan Pancasila khsusnya sila ke 4 dan ke 5 belum dapat terlaksanakan di Tuban. Para pemimpin baik dari pemkab maupun DPRD sama sekali belum mencerminkan sosok pemimpin yang demokratis,” tutur Mistofa.

Menanggapi itu Ketua KPU Kabupaten Tuban, Kasmuri, hanya mengatakan pihakya sampai saat ini sebatas melaksanakan tahapan yang sudah terencana sesuai dengan prosedur.

“Sedangkan besaran anggaran yang kami gunakan itu untuk membiayai seluruh tahapan pelaksanaanya, karena kegiatan pilkada ini menjangkau seluruh wilayah Tuban” jelas Kasmuri di depan mahasiswa.

Kendati begitu,pihaknya berjanji akan menggunakan anggaran pilkada dengan sebenar-benarnya.

“Kami siap dikenakan sanksi bilamana terdapat kekeliruan dalam penggunaan anggaran ini,” tandas Kasmuri. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author