Published On: Ming, Nov 8th, 2015

PMII Tuban Sarankan “Sarjana Muda” Jadi Lagu Wajib Wisuda

TUBAN

BARU SARJANA : Mahasiswa STIKES NU Tuban saat menjalani wisuda, Sabtu (07/11/2015)

BARU SARJANA : Mahasiswa STIKES NU Tuban saat menjalani wisuda, Sabtu (07/11/2015)

seputartuban.com – Beberapa pekan terakhir sejumlah kampus di Tuban maupun luar Tuban sudah meluluskan ribuan sarjana baru dengan ditandai pelaksanaan wisuda. Kelulusan itu semakin menambah daftar panjang pengangguran atau pencari kerja baru.

Ketua Umum PC PMII Tuban, Fathur Rohman menyarankan jika saat wisuda paduan suara menyanyikan lagu Sarjana Muda ciptaan Iwan Fals. Karena dalam liriknya menggambarkan sarjana muda yang lelah mencari kerja.

“Saya membayangkan saat wisuda, paduan suara mahasiswa sebaiknya menyanyikan lagu Sarjana Muda karya Iwan Fals,” katanya, Sabtu (07/11/2015).

Lagu itu dapat dijadikan renungan karena mengilustrasikan sebuah ironi seorang sarjana muda yang membawa lamaran ke beberapa kantor namun selalu ditolak. Meski sudah belajar 4 tahun dan mendapatkan ijazah, tidak dapat dijadikan andalan untuk meraih dunia kerja.

“Itu penting. Mengapa? Tujuannya, agar mahasiswa merenung sejenak, selanjutnya hendak berlayar ke mana. Jajaran dan segenap civitas akademika pun semestinya bersikap realistis. Tak terlena dalam euforia diwisuda,” imbuh Fathur.

Ketua STIKES NU Tuban, Miftahul Munir yang telah melakukan wisuda mengatakan wisuda dengan segenap tata caranya seharusnya dijadikan sarana evaluasi wisudawan. Serta menata niat untuk menjalani persaingan hidup.

Kelulusan wisuda bukan akhir dari sebuah perjalanan yang kita lalui tapi merupakan awal bagi kita sekalian untuk melangkah lebih jauh lagi,” ungkapnya.

Inilah lirik lagu Sarjana Muda

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan

Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan

Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya

Setengah putus asa dia berucap..maaf ibu..

USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author