Published On: Kam, Feb 13th, 2014

Pimpinan Kelompok Misterius Tinggalkan Desa

Share This
Tags

SEMANDING

seputartuban.com – Pimpinan kelompok pengajian di Dusun Randuanak, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Mahfud (70) warga Kabupaten Kediri harus meninggalkan desa. Hal ini buntut pembubaran paksa warga sekitar pada Selasa (11/2/2014) malam.

Mahfud tinggalkan desa

PERGI : Mahfud meninggalkan rumahnya karena didesak warga meninggalkan Desa Bektiharjo

Selain membubarkan pengajian Manakiban yang dilakukan 100 jama;ah, warga juga menyuruh agar Mahfud pindah dari desa. Sebelum dilakukan sosialisasi atau penjelasan tentang aqidah yang diajarkan, Mahfud dilarang kembali. Ketiak kembali lagi, dia juga diwajibkan menajukan ijin kegiatan dan bangunan kepada Pemerintah Desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Arifin, salah satu tokoh masyarakat. Saat dikonfirmasi di Balai Desa Bektiharjo, Rabu (12/2/2014) mengatakan, syarat yang ditujukan untuk Mahfud, dirinya bersama warga desa lainnya sudah sepakat dengan pihak pemerintah desa. Kalau hal itu belum bisa dilakukan Mahfud dan penganutnya, maka harus meninggalkan desa terlebih dahulu.

“Tadi sudah diarahkan untuk meninggalkan desa, kalau sudah aman dan sesuai syaratnya diperbolehkan. Yang mengatakan sesat atau tidak itu bukan kami, tapi kegiatannya itu dinilai warga tidak baik, ” ujar Arifin.

Setelah malamnya, kegiatannya dibubarkan warga, Mahfud dan penganutnya terpaksa harus meninggalkan lokasi pengajian. Kemudian siangnya, terlihat sebagian jamaahnya berkemas dan memasukkan barang ke dalam mobil Kijang warna hijau tua dengan Nopol S 1459 HD. Dengan didampingi sekitar 5 jama’ahnya, Mahfud yang masih berpakaian serba putih itu keluar dari rumahnya menuju masjid di samping kanan rumah.

Setelah masuk, Mahfud nampak keluar masjid dan memberikan tas miliknya kepada salah satu jama’ahnya. Kemudian, tas warna hitam itu dimasukkan dalam mobil dan Mahfud langsung masuk mobil meninggalkan rumahnya.

Salah satu Jam’ah Mahfud yang tidak mau dimediakan namanya mengatakan bahwa kelompoknya akan meninggalkan desa. Ditanya lokasi pindah, lelaki berbadan subur dan tegap itu tidak menjawab dan hanya tersenyum. “Kami akan pindah mas, tenang saja. Tidak ada apa-apa mas, ” katanya sambil melambaikan tangan. (han)

Facebook Comments

About the Author