Published On: Rab, Sep 9th, 2015

Pilkada Tuban 2015 Dibayangi Hantu Golput

TUBAN

grafis: seputartuban.com

     grafis: seputartuban.com

seputartuban.com–Even suksesi lima tahunan di Kabupaten Tuban dengan agenda coblosan pemilihan bupati dan wakil bupati 9 Desember mendatang, diwarnai isu melambungnya ketidak
hadiran pemilih di TPS alias golput.

Bayang-bayang hantu golput dalam pilkada langsung di Bumi Wali pasca bergulirnya reformasi ini bukan tanpa sebab. Menurunnya tingkat kehadiran pemilih diprediksi akan mendominai setiap kawasan ibu kota kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.

Data yang dihimpun seputartuban.com dari pelbagai sumber menyebutkan, di Kecamatan Tuban dalam pilkada 2011 lalu mengalami peningakatan dibanding even sama lima tahun sebelumnya.

Dalam pilkda 2011 dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 63.789 orang, yang tidak hadir mencapai 16.102 orang atau 25,24 persen. Suara tidak sah dari 17 kelurahan yang ada di Kecamatan Tuban mencapai 1.488 suara.

Sementara dalam Pilkada Tuban 2006 dari DPT 60.754 orang yang golput sebanyak 12.249 orang atau sekitar 20,16 persen.

Hal tersebut bisa disimpulkan, jika tingkat partisipasi warga tengah kota terus menurun. Dalam pilkada 2006 pemilih yang hadir 48.505 orang atau 79,84 persen.

Sedangkan dalam pilkada 2011 pemilih yang memberikan suaranya di TPS sebanyak 47.687 orang atau 74,76 persen dari DPT 63.789 orang.

Ketua Panwaslu Pilkda Tuban, Sullamul Hadi, mengatakan memang tak semua pemilih yang tidak datang ke TPS bisa serta merta langsung dicap sebagai golput.

Ada banyak faktor. Diantaranya karena pemilih sudah meninggal dunia setelah disusun DPT, sedang sakit, tercatat dobel karena pindah tempat serta berada di luar kota.

sullamul hadi_____ketua panwaslu“Ada yang memang betul-betul enggan datang ke TPS untuk mencoblos. Mereka ini bisa dikategorikan golput. Sebab sudah tahu ada coblosan pilkada tetapi enggan datang dan mencoblos di TPS,” ungkap Hadi saat ditemui di kantornya, Selasa (08/09/2015) pagi.

Namun demikian, Sullamul Hadi optimistis hantu golput tidak semakin gentayangan dalam pilkada kali ini. Dia mengatakan untuk meminimalisir tingginya angka golput tersebut akan menggenjot dua program yang langsung disasarkan kepada tiap hak pilih.

“Kami akan sosialisasikan ke masyarakat dengan melakukan tatap muka secara langsung serta melalui spanduk-spanduk,” kata dia sembari menjelaskan dalam acara itu akan melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa.

Menurut Hadi, para pemilih pemula yang jumlahnya diperkirakan mencapai 10 persen akan menjadi fokus sosialisasi anti golput.

“Karena secara teknis para pemilih pemula ini belum memahami betul pentingnya turut serta menentukan pemimpin Kabupaten Tuban lima tahun ke depan. Sosialisasi ini akan kami lakukan
dua bulan sebelum coblosan atau bulan Oktober nanti,” tandas dia. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. putra M berkata:

    salah satu faktor lain adalah krisis kepercayaan terhadap pemerintahan dan apatisme terhadap wilayah sendiri yang sudah mulai merebak, bukan pilkadanya melainkan pengembalian kepercayaan dan rasa peduli terhadap wilayah merupakan beberapa hal yang wajib disampaikan