Published On: Sen, Nov 28th, 2016

Pi’i Dipulangkan Ke Pangkuan Ibunya di Semarang

TUBAN

seputartuban.com – Syahrul Syafi’i (11), bocah yang kabur karena sudah tidak tahan dengan perlakukan kasar ayahnya (Yanto) dan akan menyusul ibunya (Suripah), mendapat kemudahan. Karena Pemkab Tuban memberikan sarana kepada bocah itu untuk bertemu ibunya di Terboyo Semarang.

BERUNTUNG : Syahrul Syafi’i (11) saat di Kantor Dinsosnaker sebelum diberangkatkan ke Semarang untuk bertemu ibunya

BERUNTUNG : Syahrul Syafi’i (11) saat di Kantor Dinsosnaker sebelum diberangkatkan ke Semarang untuk bertemu ibunya

Kabid Rehabilitasi Dan Pelayanan Sosial Dinsosnaker Tuban, Minto Ichtiar, mengatakan bahwa, Rabu (23/11/2016) sekitar pukul 15.00 WIB, bocah malang tersebut diserahkan ke instansinya dari Polres Tuban. Sehingga penangananya langsung oleh Dinsosnaker. Upaya membujuk Pi’i, panggilan bocah tersebut agar mau ditempatkan di Panti Asuhan sudah dilakukan. Namun dia tetap bersikukuh untuk dipulangkan ke rumah Ibunya di Semarang. “Kemarin langsung kita pulangkan ke semarang sesuai permintaan si anak,” katanya, Kamis (24/11/2016).

Minto menambahkan, Pi’i sempat mengaku bahwa kaburnya dari ayah kandungnya dan tidak berani pulang lantaran tidak dapat uang hasil mengamen. Akhirnya bocah hiperaktif tersebut berniat kabur dan menyusul ibunya di Semarang. “Pemilik (Sopir) angkutan juga banyak yang sudah tidak asing dengan si Pi’i yang sudah terbiasa naik turun bus Semarang Surabaya,” tambah Minto.

Diketahui, sejak Rabu (23/11/2016) dinihari, Pi’i sudah berada di Simpang tiga Manunggal Selatan Tuban dalam keadaan lapar. Karena sejak Selasa (22/11/2016) sore belum makan. Dan melarikan diri dari terminal Bungurasih untuk menghindar sang ayah karena sering mendapat perlakukan kasar dan dipaksa ngamen. Pengakuan anak tersebut sebelumnya, dia bingung dengan arah yang dituju untuk menuju ke ibunya di Semarang. Kemudian ia memilih bus dengan tujuan terminal bunder wilayah Kabupaten Gresik. Dia tidak tahu bahwa bus yang ditumpangi juga jurusan semarang, saat bangun dari tidurnya dia sudah sampai di wilayah Kabupaten Tuban.

Dalam pelarianya itu, akhirnya ditemukan seorang warga saat akan ke Pasar. Kemudian diajak pulang untuk dirawat dan diberikan pakaian yang layak. Kemudian siang harinya diserangkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tuban dan akhirnya diteruskan ke Dinsosnaker. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos