Published On: Sel, Apr 22nd, 2014

Peternak Sapi Mitra PT Holcim Mulai Kelimpungan

TUBAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL: Salah satu ternak sapi dari program CSR PT Holcim.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL: Salah satu ternak sapi dari program CSR PT Holcim.

seputartuban.com- Setap musim kemarau tiba membuat sebagian peternak penggemukan sapi Limosin yang dilakukan PT Holcim Indonesia kesulitan mencari pakan. Lahan rumput yang disediakan di samping utara pabrik tidak mencukupi untuk persediaan pakan sapi. Rumput gajah yang biasanya untuk makan sapi itu kini tinggal tunas muda yang mulai mengering.

Salah satu peternak sapai, Karsani (57), warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban saat ditemui di lokasi, Selasa (22/04/2014), mengatakan bahwa pemberian makan ternak sedikit terkendala. Dia menjelaskan, saat kemarau adalah masa sulit mencari rumput gajah di lahan rumput milik perusahaan penghasil semen itu.

Setiap hari, untuk satu kandang sapi berisi 27 sapi memerlukan sedikitnya enam karung rumput gajah. Untuk campuran, sapi diberi dedak dan obat kesehatan hewan lainnya. Saat musim kemarau seperti sekarang ini rumput sulit didapat. Kini setiap peternak sapi harus rela mencari rumput di area persawahan sekitar kandang. Apabila itu tidak bisa dilakukan terpaksa harus membeli jerami. “Rumput gajahnya habis, terpaksa beli batang padi. Agak jauh di sawah petani yang memanen padinya. Dibawa ke sini untuk dicampur dengan makanan,” ujar Karsani.

Senada disampaikan, Darmuji (55), peternak lainnya. Dia juga mengalami kesulitan dengan dalam memberikan pakan ternak. Selain harus mencari rumput juga campurannya dengan dedak dan lainnya harus tepat.

Ditanya kendala dalam beternak, yakni saat membersihkan kotoran sapi. Kotoran sapi harus dimasukkan dalam karung untuk diangkut di suatu tempat penimbunan. Hal itu akan menyita banyak waktu serta tenaga.”Yang paling berat membersihkan kotorannya. Harus diangkut pakai gerobak dorong.” kata Darmuji.

Ditanya soal hasil, setiap kandang yang berisi 27 sapi dan dijaga 10 orang itu dalam setiap panennya atau empat bulan sekali dipanen laba bersih berkisar antara Rp 20-24 juta. Asumsinya dalam sekali panen setiap orang mendapat laba bersih Rp 2-2,1 juta. “Panen pertama dapat Rp 2 juta. Kalau musim kedua ini belum tahu, soale belum di petik (panen),” terang dia.

Sementara General Manager PT Holcim Indonesia Tbk pabrik Tuban, Sidiq Darus Sulistyo, dalam sambutannya di acara panen kedua penggemukan sapi, menjelaskan bahwa perusahaan sudah menjalankan kerasama dengan pihak desa. Yakni berupa penggemukan sapi yang dilaksanakan untuk warga Desa Sawir Kecamatan setempat. “Melalui dana CSR kita mencoba mencari cara untuk membantu masyrakat. Program penggemukan ini sudah berjalan lama dan kita libatkan peternak, “ucap Sidiq.

Terkait dana, setiap musim digelontor Rp 360 juta untuk setiap satu kelompok kandang sapi. Selanjutnya akan pelihara 10 warga dengan pembagian hasil bersih 30 persen untuk peternak dan sisanya untuk opersional. “Semua lahan sudah disediakan. Termasuk untuk kandang, pakan dan pembuangan kotoran,” ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author