Published On: Sel, Jan 26th, 2016

Petani Was-was, 180 Hektar Padi Terancam Gagal Panen

PLUMPANG

Was-was : Petani gotong royong membuat tanggul darurat agar tanamanya tidak terendam luapan sungai

Was-was : Petani gotong royong membuat tanggul darurat agar tanamanya tidak terendam luapan sungai

seputartuban.com – Ratusan hektar persawahan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban terendam banjir mulai beberapa hari terakhir. Tanaman padi yang siap panen terancam membusuk jika air terus merendam hingga beberapa hari kedepan. Banjir terjadi akibat luapan sungai avour setempat yang hapir pasti jadi langganan tiap tahun.

Untuk mengurangi rendaman banjir luapan sungai, para petani gotong royong membuat tanggung darurat. Karung berisi pasir dipasang ala kadarnya disekitar persawahan. Untuk menahan air agar tidak terus menerus masuk ke areal persawahan hingga genangan semakin dalam.

“Upaya ini terpaksa kami lakukan bersama 38 petani. Karena tinggal beberapa hari lagi padi kami sudah waktu usia panen,” kata Ketua Kelompok Tani Sekar Padi, Muhyi (34), Senin (24/1/2016).

Usia padi sudah 30 hari seluas 180 hektar dalam satu kawasan itu. Jika sungai terus meluap dan tanggul tidak dapat menahan luberan air, petani khawatir akan merugi. Karena padi yang dipanen setidaknya berkwalitas buruk, atau bahkan bisa terjadi gagal panen, karena padi membusuk masih dalam tangkai.

BAHAYA : Jalan poros desa terendam air

BAHAYA : Jalan poros desa terendam air

“Langganan banjir mas,  paling bagus setahun cuma bisa panen 2 kali. Sisanya sudah tidak bisa ditanami karena lahan kami terendam luapan air sungai avour,” imbuhnya.

Diketahui, sungai mulai meluap sejak Sabtu (23/12016), selama 4 hari terakhir debit air semakin meningkat. Selain merendam 180 hektar tanaman padi yang akan dipanen, juga melumpuhkan jalan poros desa penghubung Desa Plumpang ke Desa Bandungrejo dan Desa Bandungrejo ke Desa Cangkring, kecamatan setempat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author