Published On: Sel, Mar 18th, 2014

Petani Melon Tidak Ikut Merasakan “Manisnya” Naiknya Harga

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Harga buah melon mengalami kenaikan, sebelumnya untuk melon madu harganya sebesar Rp 8.500 per-Kg naik menjadi Rp. 10 ribu per-Kg. Untuk melon lokal sebelumnya seharga Rp. 4.200 naik menjadi Rp. 5.300 per-Kg.

HARGA NAIK : Petani melon dikawasan Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban

HARGA NAIK : Petani melon dikawasan Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban

Kenaikan harga ini disebabkan karena meningkatnya permintaan dipasaran, serta menipisnya stok melon petani. Permintaan yang tidak seimbang dengan jumlah stok melon membuat harga naik dipasaran.

Petani masa panen melon kali ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Dari data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, Pemkab Tuban menyebutkan pada Januari 2014 lalu, hasil panen melon se-Kabupaten Tuban mencapai 155 ribu ton. Sedangkan masa panen di bulan Maret 2014 menurun menjadi 78 ribu ton. Penurunan ini disebabkan adanya curah hujan. Selain itu juga karena banyaknya kutu daun yang menyerang menyebabkan tanaman melon tidak dapat berbuah dengan maksimal.

Salah satu petani melon, Mohammad Fatkhurrozi (39), warga Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban saat dikonfirmasi di kebunnya Senin (17/3/2014), mengatakan hasil tanamnya mengalami penurunan disebabkan karena pengaruh cuaca yang tidak menentu. “Jarang hujan, sekali hujan sampai seharian, daunnya akan busuk,” katanya.

Soal kenaikan harga jual ini, Fatkhurrozi dia tidak dapat merasakan banyak manfaatnya. Karena hasil panen melon madu miliknya tidak sebanding dengan pesanan yang diterimanya. “Sekarang harga melon madu Rp. 10 ribu, dikirim ke Kalimantan dan supermarket kota besar. Permintaan kita tidak bisa suplay semua, ” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Sumiati saat dikonfirmasi membenarkan kondisi ini. Dia menyarankan kepada petani melon untuk memberikan tambahan obat hama pada tanamannya, agar tidak mengalami kerugian lebih banyak karena melon diserang hama. “Kita tidak bisa mengelak dari faktor alam. Tapi kita sudah himbau melalui UPTD Kecamatan untuk sosialisasi adanya penambahan obat saja,” ungkap Sumiati. (han)

Facebook Comments

About the Author