Published On: Sel, Des 16th, 2014

Petani Koro Tuding Mafia Pupuk Bersembunyi di “Ketiak” Bupati Tuban

TUBAN

SALAH ALAMAT: Massa petani Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, saat melampiaskan amarahnya di depan pintu gerbang pabrik Petroganik, Selasa (16/12/2014) siang.

SALAH ALAMAT: Massa petani Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, saat melampiaskan amarahnya di depan pintu gerbang pabrik Petroganik, Selasa (16/12/2014) siang.

seputartuban.com-Meroketnya harga pupuk bersubsidi yang dijual spekulan dan kios-kios ilegal di Kabupaten Tuban, membuat petani Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, melampiaskan amarahnya dengan menggeruduk pabrik Petroganik di desa setempat, Selasa (16/12/2014) siang.

Namun begitu, demo kali ini tak pelak memunculkan beragam asumsi. Logikanya sangat tidak relevan, ketika tata kelola pupuk bersubsidi adalah urusan Pemkab Tuban tapi yang jadi sasaran kok malah pihak swasta seperti pabarik Petroganik.

Terbukti, massa petani yang berjumlah 30 orang itu terang-tgerangan menganggap bahwa para penjual pupuk ilegal di Bumi Wali memanfaatkan kekuasaan Bupati Tuban saat ini dan bersembunyi di bawah kekuasaannya.

Begitu tiba di depan pintu gerbang pabrik pupuk organik milik Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tuban, Mohammad Anwar, yang terkunci rapat puluhan petani dengan marah meminta manajemen Petroganik selaku salah satu penyuplai pupuk di Kabupaten Tuban melakukan evaluasi pendistribusian secara transparan.

Hal ini untuk mengantisipasi menjamurnya kios-kios tidak resmi menjual pupuk bersubsidi jauh melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ketika ditanya apakah aksi mendatangi pabrik Petroganik tidak salah alamat, korlap aksi  Tabah Ali, menjelaskan alasan menggeruduk pabrik Petroganik karena dianggap sebagai cabang dari pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik.

“Kan Pak Anwar selaku bos Petroganik juga distributor pupuk. Jadi tidak salah alamat. Kami para petani hanya meminta agar Pak Anwar dapat menjembatani aspirasi petani, agar persoalan kelangkaan pupuk berhenti sampai tahun ini saja,” tutur Tabah di sela kerumunan massa petani yang marah.

Karena tidak ada satupun pihak manajemen Petroganik yang keluar menampakkan batang hidungnya, massa petani berangsur-angsur membubarkan diri.

“Hari ini kita menuntut agar Bupati Tuban memperhatikan rakyat-rakyat kecil. Bupati harus bisa membasmi mafia pupuk yang bikin petani tak berdaya,” tegas Tabah Ali.

Menurut dia, sekarang ini harga pupuk di wilayah Kecamatan Merakurak untuk satu paket yang terdiri dari ZA dan Urea dijual di kios tidak resmi dengan harga Rp 270 ribu. Padahal sesuai HET, harga pupuk ZA hanya Rp 70 ribu per sak kemasan 50 kilogram. Pupuk urea dengan kemasan sama Rp 90 ribu.

“Saat kita ingin membeli pupuk di kios-kios resmi katanya sudah habis. Tetapi kenyataannya di kios-kios yang tidak resmi pupuk masih banyak,” tandas Tabah Ali.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan akan melakukan demo susulan yang lebih besar jika Pemkab Tuban tak menggubris tuntutan petani. Tempat yang akan dipilih untuk menggelar demo massal bisa gedung Pemkab Tuban maupun DPRD. Soal kapan waktunya Tabah Ali enggan berspekulasi.

“Kita menganggap para penjual pupuk ilegal memanfaatkan kekuasaan Bupati Tuban saat ini dan bersembunyi di bawah kekuasaannya. Ini perlu ada tindakan tegas dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Bos Petroganik Anggap Salah Alamat

MOHAMMAD ANWAR: Petroganik bukan merupakan bagian dari manajemen PT Petrokimia Gresik. Kami hanya mitra kerja.

MOHAMMAD ANWAR: Petroganik bukan merupakan bagian dari manajemen PT Petrokimia Gresik. Kami hanya mitra kerja.

Sementara menanggapi demo yang dilakukan petani Dusun Koro dengan menggeruduk pabrik Petroganik miliknya, Mohammad Anwar menjelaskan aksi tersebut jelas-jelas salah alamat.  Sebab, tuntutan petani adalah persoalan kelangkaan pupuk di Kecamatan Merakurak.

“Mungkin mereka gak paham. Menilik dari orasi dan selebaran yang beredar tuntutannya  adalah kelangkaan pupuk di Kecamatan Merakurak. Dan itu bukan wilayah distribusi kami,” jelas Anwar melalui pesan pendek yang dikirim kepada seputartuban.com, Selasa (16/12/2014) malam.

Dia mengungkapkan, CV Fimaco yang dipimpinnya sebagai induk usaha pabrik Petroganik di Kecamatan Merakurak, adalah distributor pupuk bersubsidi untuk wilayah Kecamatan Tambakboyo, Soko, Jenu, Grabagan dan Kecamatan Semanding.

Begitu juga soal persepsi petani yang menganggap pabrik Petroganik merupakan cabang dari PT Petrokimia Gresik, Anwar menyatakan dengan tegas tidak ada kait kelindannya.

“Petroganik bukan merupakan bagian dari manajemen PT Petrokimia Gresik. Kami hanya mitra kerja,” imbuh Anwar dalam SMS yang dikirim berikutnya. MUHLISHIN, MUHAIMIN  

Facebook Comments

About the Author