Published On: Rab, Mei 14th, 2014

Peserta Sebut Seleksi Komisioner KPUD Tuban Syarat Kecurangan

Share This
Tags

TUBAN

PROTES : Peserta seleksi komisioner KPUD Tuban saat protes proses seleksi yang dinilai penuh kecurangan di Kantor KPUD Tuban, Rabu (14/5/2014)

PROTES : Peserta seleksi komisioner KPUD Tuban saat protes proses seleksi yang dinilai penuh kecurangan di Kantor KPUD Tuban, Rabu (14/5/2014)

seputartuban.com – Sejumlah peserta seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban yang tidak lolos seleksi 20 besar, Rabu (14/5/2014) mendatangi sekretariat Tim Seleksi Komisioner KPU Tuban. Mereka mengaggap proses seleksi yang dilaksanakan oleh tim seleksi (Timsel) syarat kecurangan.

Menurut salah satu peserta seleksi, Wasis Susilo mengatakan berita acara hasil seleksi 20 besar tanpa melibatkan salah satu anggota tim sel, Nur Fitriatin. Hasilnya dia menduga adanya perubahan nama yang diumumkan tidak sesuai dengan keputusan rapat awal.

“Kita merasa terdholimi, sebab banyak kejanggalan dari hasil seleksi itu. Kenapa nilai dari hasil tes tidak diumumkan. Sehingga ada transparansi dari hasil seleksi itu, kami sangat menyayangkan hal itu,” kata Wasis Susilo yang masih aktif sebagai anggota KPUD Tuban ini.

Peserta seleksi yang protes ini menilai tim sel komisioner KPUD Tuban harus dibubarkan. Karena terdapat PNS yang diduga tidak mendapat ijin dari Bupati Tuban untuk menjadi tim sel. Hal ini melanggar Permendagri nomor 22 tahun 2009. Selain itu juga sekaligus sebagai Dekan di salah satu perguruan tinggi di Tuban. Selain itu Timsel dianggap tidak melakukan transparansi hasil nilai setiap tahapan seleksi kepada semua anggota Timsel.

Temuan lain juga terdapat 4 peserta seleksi yang dinyatakan lolos 20 besar. Padahal saat tes tulis hanya benar menjawab 28 soal, dan saat tes kesehatan mendapat nilai D. “Bila tuntutan kita tidak ditanggapi, maka kita akan mendatangi pelaksanaan tes wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 Mei 2014 dengan semua peserta yang tidak lolos. Ada yang tidak layak, nilai tes tulisnya jelek, dan tes kesehatannya tidak lolos, tetapi mengapa malah lolos dan masuk dalam 20 besar,” ungkap Wasis.

Dia menduga seleksi ini ditumpangi kepentingan kelompok maupun pribadi. Sehingga muncul kejanggalan dalam setiap tahapan seleksi hingga muncul polemik ini. Bahkan diduga tim sel sangat dekat dengan pengurus harian salah satu Parpol di Tuban.

Menanggapi hal ini, salah satu anggota Timsel, Nur Fitriatin mengatakan berita acara tanpa tanda tanganya sudah sah. Namun jika terjadi perubahan pengumuman tidak sesuai keputusan pleno awal, ini yang memicu permasalahan. “Saya belum tahu pasti ada tidaknya perubahan dari hasil awal dengan yang diumumkan, nanti akan saya cek lagi. Saya tidak bisa mengambil keputusan,” kata Fitria.

Selain itu, tuntutan peserta seleksi ini akan disampaikan kepada semua anggota Timsel. “Nanti tuntutan ini akan saya sampaikan kepada Ketua Timsel dan anggota lainnya,” janjinya. Diketahui 20 peserta seleksi yang dumumkan lolos adalah Edi Utomo, Edy Pranyoto, Nur Aini Aisyiah, M. Heru Prapto, Yayuk Dwi Agus Sulistiarini. Uswatun Hasanah, Miftakhul Huda, M. Irham, Imam Suroso Hadi P, Minan, Salamun, Nur Hakim, Akhmad Arif Wibowo, Kasmuri, Fatkul Iksan, Kasyiful Anwar, Budi Hari Utomo, Trawoco, Sumah Gianto, dan Jamal Ghofir. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author