Published On: Sel, Jul 28th, 2015

Pesan Damai Pendekar Tuban Untuk Indonesia

BANGILAN

Bagaikan batu besar jika tidak menyesuaikan dengan alam, maka akan tercerai berai menjadi kerikil. Begitulah gambaran kondisi antar perguruan. Sejatinya sebuah kekuatan besar, namun saat ini mudah tercerai berai. Sehingga perlu disatukan agar kembali menjadi sebuah kekuatan besar untuk menjaga kesatuan bangsa melalui kebersamaan lintas perguruan.

DAMAI : Ketua 8 perguruan bergandengan tangan di panggung sebagai wujud kebersamaan

DAMAI : Ketua 8 perguruan bergandengan tangan di panggung sebagai wujud kebersamaan

seputartuban.com – Hal inilah yang dipelopori 8 perguruan dari kawasan selatan dan barat Tuban. Persaudaraan Setia Hati Terate, Rumpun Setia Hati, Barong Pranajaya, Tahta Mataram, IKS PI Kera Sakti, Marga Luyu 151, Cimande serta Pagar Nusa.

Dua ribu pendekar dengan sergam kebesaran masing-masing berkumpul untuk untuk Halal Bihalal dan doa bersma di Dusun Karang Tengah, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Senin (27/07/2015) malam. Bahkan mereka makan tumpeng bersama meski berbeda perguruan.

Pemrakarsa kegiatan Mujoko Sahid mengatakan upaya menjaga persaudaraan lintas perguruan ini sangat penting. Agar tidak mudah terpecah belah karena ulah segelintir orang. Apalagi karena adu domba pihak-pihak yang menginginkan kebersamaan dan kedamaian antar pendekar selalu terkoyak. Sehingga akan mudah dihancurkan satu sama lainya.

“Ini harus kita mulai, mereka adalah saudara kita juga. Harus kita mulai dari diri kita sendiri. Saling menghargai itu harus kita kembangkan. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh kadang lintas perguruan,” ungkap pendekar yang juga tokoh masyarakat itu.

Mengumpulkan ribuan pendekar lintas perguruan dalam satu tempat terbuka dan pada malam hari bukan hal mudah. Apalagi mereka menggunakan seragam dan atribut kebesaranya masing-masing. Ini butuh kesadaran tinggi masih-masing pendekar.

Jika didaerah lain pertikaian antar pendekar sudah jadi langganan. Kekerasan yang membawa nama perguruan juga terjadi. Diharapkan dengan kegiatan yang tergolong belum pernah terjadi di Jawa Timur ini dapat menjadi inspirasi untuk kembali membangkitkan semangat kebersamaan.

“Memang tidak mudah, namun ini harus kita mulai dan kita laksanakan. Untuk memberikan contoh pendekar di Tuban maupuan di Jawa Timur bahkan di Indonesia,” jelasnya.

Dihadapan pendekar dari Kecamatan Parengan, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Kenduruan dan Kecamatan Bancar itu, Camat Bangilan, Sartono mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sangat inspiratif ini.

“Ini bisa menjadi contoh di Indonesia. Kebersamaan lintas perguruan menjadi benteng dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sesama anggota perguruan dan masyarakat membutuhkan situasi yang nyaman dan damai,” katanya saat sambutan.

Sementara itu, Tausiyah Habib Mustofa bin Muhammad Al Ydrus mengatakan pendekar harus bersatu. Karena jika tercerai berai, negara mudah dihancurkan. “Jika ada yang ingin merusak negara salah satunya melalui pemuda. Mereka dibuat saling bermusuhan,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan ini sesepuh 8 perguruan tingkat kecamatan hingga kabupaten. Selain itu jajaran pemerintahan Polri dan TNI serta tokoh masyarakat dan swasta. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author