Published On: Sen, Agu 10th, 2015

Pertanian dan Pendidikan Belum Puaskan Masyarakat

KEREK

SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rochmad, menghibur warga Desa Sidonganti Kecamatan Kerek di sela acara reses, Minggu (9/8/2015) sore.

SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rochmad, menghibur warga Desa Sidonganti Kecamatan Kerek di sela acara reses, Minggu (9/8/2015) sore.

seputartuban.com-Program pemerintah bidang pertanian dan pendidikan yang nyaris setiap hari didengung-dengungkan ke telinga masyarakat praktiknya masih jauh dari harapan.

Terbukti, dua program tersebut menjadi topik curhat warga saat anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rochmad, menggelar serangkaian reses yang diruning sejak tanggal 5 sampai 8 Agustus lalu.

Mayoritas warga yang bertemu langsung dengan Rochmad dalam acara reses di Desa Wolutengah dan Sidonganti Kecamatan Kerek serta Desa Tobo juga Borehbagle Kecamatan Merakurak, mereka mengeluhkan dua program pemerintah itu belum sepenuhnya bisa dirasakan manfaatnya.

Bidang pertanian misalnyua. Sejumlah program bantuan banyak yang tidak sampai kepada para petani, karena hanya dinikmati kelompok tertentu.

JUMPA WAKILNYA: Sejumlah warga Sidonganti dengan antusias mengikuti acara reses yang digelar anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rochmad.

JUMPA WAKILNYA: Sejumlah warga Sidonganti dengan antusias mengikuti acara reses yang digelar anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rochmad.

“Realita di lapangan masih banyak petani yang belum tersentuh bantuan. Ada kesan jika program bantuan pemerintah bidang pertanian hanya diberikan kepada kelompok tertentu di masyarakat,” kata Rochmad usai menggelar reses, Minggu (9/8/2015) sore.

Setali tiga uang juga terjadi pada bidang pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan SDN makin membuat sekolah berplat merah ini miskin siswa.

Meski secara infrastruktur sudah memadai tetapi kualitasnya kalah dengan lembaga-lembaga pendidikan swasta.

“Masyarakat lebih cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, sehingga banyak SDN yang tidak punya siswa,” tutur Rochmad.

Berdasarkan temuan dia, muncul beberapa ketimpangan soal pembangunan infrastruktur gedung SDN.

“Yang mestinya dibangun tetapi malah tidak dibangun. Seperti halnya sejumlah gedung SDN yang ada di Kecamatan Tambakboyo. Kondisinya masih layak tetapi malah dilakukan renovasi. Sedangkan sekolah yang membutuhkan renovasi justeru dibiarkan saja,” ungkap dia.

Berkaitan itu Rochmad berjanji akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Tuban terkait temuan ironi tersebut. Selain itu juga akan terus mengawal program-program pemerintah sehingga bisa benar-benar tepat sasaran. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author