Published On: Sel, Agu 30th, 2016

Pertamina EP Cepu Asset 4 Membuka Warga Terlibat Manfaatkan Sumur Tua

TUBAN

seputartuban.com – PT.Pertamina EP Cepu Asset-4 membuka kerjasama dengan masyarakat untuk turut menikmati pemanfaatan sumur tua di Kabupaten Tuban. Hal itu disampaikan saat sosialisasi di salah satu hotel di Tuban Kota, Senin (29/8/2016).

AMANKAN ASET : Sosialisasi yang dilakukan Pertamina EP untuk memberikan pemahaman tentang usaha minyak mentah dari sumur tua di Kabupaten Tuban

AMANKAN ASET : Sosialisasi yang dilakukan Pertamina EP untuk memberikan pemahaman tentang usaha minyak mentah dari sumur tua di Kabupaten Tuban

Dengan syarat mematuhi segala peraturan dan perundangan yang berlaku. Sehingga tidak merugikan lingkungan dan negara akibat aktivitas warga dalam proses menerima manfaat dari sumur tua peninggalan belanda tersebut.

Field Manager PT. Pertamina EP Cepu Asset-4, Agus Amperianto mengatakan bahwa saat ini kegiatan penambangan secara manual yang berada diwilayah Tuban bagian selatan cenderung mengarah pada praktik ilegal. Serta menimbulkan dampak buruk atau bahaya akibat aktivitas yang dilakukan para penambang.

“Kami tidak melarang kegiatan yang dilaksanakan masyarakat selama tidak melanggar undang undang, Dan kami berkewajiban mengingatkan tentang peraturan dan menyampaikan langsung,” katanya.

Pertamina yang mendapat kuasa dari negara untuk mengelola berharap operasional pengelolaan atau ekplorasi dan eksploitasi sumur tua tetap patuh terhadap peraturan dan perundangan. Saat ini tengah dilakukan monitoring terhadap sumur tua diwilayah Kecamatan Bangilan, dan Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Segala peluang masih terbuka, diantaranya operasional melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Serta kerjasama dengan paguyuban atau organisasi untuk angkutanya. “Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni memberikan solusi tentang pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan minyak. Hingga upaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang tinggal dilingkungan berlangsungnya kegiatan,” lanjutnya.

Kegiatan sosialisasi undang undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi serta peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi tersebut dilaksanakan melibatkan POLRI dan TNI.

Wakapolres Tuban, Kompol Arief Kristanto, yang hadir dalam sosialisasi mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sesuai peranya sebagai penegak hukum yang berdasar pada perundang undangan. “Kepentingan kami ialah menjaga situasi agar tetap kondusif, serta berupaya agar tidak terjadi tindakan atau aktifitas ilegal dan hal-hal yang tidak di inginkan terjadi dilapangan,” imbuhnya.

Komandan Kodim 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo mengatakan bahwa ia akan turut bertanggung jawab jika terdapat permasalahan yang berbenturan dengan darurat sipil, darurat perang, hingga darurat perundang-undangan mengingat Kabupaten Tuban adalah wilayah teritorialnya.

“Peta saya sama dengan Bupati yang bercerita tentang kesejahteraan, sama dengan Polres tentang penertiban hukum. Yang jelas TNI akan membantu jika ada masalah yang berbenturan dengan darurat sipil, darurat perang, hingga darurat perundang undang. Mengingat bumi, air dan udara sepenuhnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” sambung Dandim

Kegiatan sosialisasi undang undang yang dilaksanakan 250 orang yang selama ini terlibat dalam pemanfaatan minyak mentah. Dari Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Bancar, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Senori, dan Kecamatan Singgahan. AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author