Published On: Jum, Jun 21st, 2013

Persatu Raih Kemenangan, Diwarnai Perkelahian Pemain

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Persatu Tuban memetik kemenangan 1-0 atas tamunya Persenga Ngawi, di stadion Loka Jaya, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (20/06/2013).

Saat kedua pemain akan adu jotos

Saat kedua pemain akan adu jotos

Laga perdana Divisi 1 yang dilakoni Persatu kali nampaknya pertandingan yang baik. Pasalnya anak asuhan Sanusi Rahman itu langsung menyerang sejak menit pertama. Hingga menit ke 42 babak  ertama skuad ronggolawe bisa mengoyak gawang Persenga yang dijaga Burhanuddin itu.

Gol pertama Persatu bermula dari umpan panjang dari pemain asal Kecamatan Plumpang, M. Nasir. Kemudian dilanjutkan oleh pemain sayap kanan bernomor punggung 7, Taufan Hidayat. Setelah bola dikuasainya, langsung ditendang ke arah gawang. Bola tidak mampu ditahan oleh penjaga gawang Persenga. Skor tetap bertahan 1-0 atas kemenangan Persatu hingga turun minum.

Permainan semakin memanas setelah pemain Persatu bernomor punggung 2, Yani Helda dijatuhkan oleh pemain belakang Persenga bernomor punggung 2, Angga Wijaya. Keduanya sempat terjadi perkelahian. Dan terhenti setelah wasit, Sumarso meniup peluit pelanggaran. Keduanya sama -sama diberi kartu merah, tepat permainan di menit 65.

Saling serang dan bermain keras nampak diterapkan kedua kesebelasan. Hingga usai babak kedua, skor tidak berubah. 1-0 atas kemenangan Persatu, Tuban. Persatu akan kembali main dikandang pada Sabtu (22/06/2013) di jam 131.00 WIB.

DUEL : Lantaran keduanya terbakar emosi, terlibat keributan. Dan keduanya diganjar kartu merah oleh wasit

DUEL : Lantaran keduanya terbakar emosi, terlibat keributan. Dan keduanya diganjar kartu merah oleh wasit

Pelatih Persatu, Sanusi Rahman saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan bahwa, permainan kedua kesebelasan bermain saling serang dan sama kuat. Persiapan pemain sudah dilakukannya sejak 2 bulan terakhir. Dengan melatih trik dan teknis serang. Serta bertahan saat serangan balik dari lawan, dengan cara merapatkan garis belakang dan tengah.

Disoal adanya salah satu pemain yang memperoleh kartu merah, dirinya sangat menyayangkan. Alasannya anak asuhnya tidak melakukan pelanggaran sama sekali. Namun apapun yang menjadi keputusanwasit diterimanya. “kita sudah menghimbau keras terhadap seluruh pemain agar tidak terpancing emosi. Mental pemain kita pres, dengan selalu memberikan motivasi saat bermain. Diluar lapangan kita beri peringatan, bila sampai berkelahi akan kita taruh kursi cadangan, “ungkapnya. (han)

Facebook Comments

About the Author