Published On: Sab, Jul 20th, 2019

Perkembangan Pariwisata Bisa dengan Anggaran APBDes Hasilkan Miliaran Rupiah PADes

seputartuban.com, TUBAN – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Provinsi Jawa Timur, Jumat (19/7/2019) disalah satu hotel di Tuban, mengadakan bimbingan teknis. Untuk meningkatkan potensi dan kapasitas sumber daya lokal sekitar destinasi wisata.

INSPIRATOR : Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Handoko saat menjadi pemateri pembinaan Pokdarwis sebagai Kabupaten Tuban di salah satu hotel di Tuban, Jumat (19/7/2019).

Salah satu narasumber yang hadir adalah Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko. Dia yang telah berhasil mengembangkan potensi wisata desa dengan menggunakan dana Anggaran dan Pendapatan Desa (APBDes).

Menurutnya, untuk mengembangkan potensi desa, sangat penting terjalinnya kerjasama antara pemerintah desa dengan masyarakatnya. Karena wisata adalah salah satu cara mendongkrak perekonomian masyarakat. “Tentunya perlu adanya kesadaran masyarakat, dengan adanya desa wisata,” katanya.

Dia menegaskan untuk pengembangan potensi desa dapat menggunakan Dana Desa (DD) sebagaimana telah diatur dalam perundangan. DD tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik atau infrastruktur saja. “Makanya perlu adanya sinergitas untuk memajukan desa untuk menjadi yang lebih baik,” tegasnya.

Diketahui dari liputan6.com Keberhasilan Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dalam mengelola dana desa mendapat acungan jempol dari berbagai kalangan. Dana desa yang digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), telah berhasil menyulap desa ini menjadi lokasi wisata yang menyedot ribuan pengunjung setiap harinya.

BUMDesa telah berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga lebih dari Rp 1,3 Miliar pada tahun 2018. Padahal sebelumnya, PADes Pujon Kidul hanya berkisar Rp 30-40 juta per tahun pada tahun 2011, awal Handoko memimpin desa. Tahun 2019 ditargetkan mampu meraih PADes hingga Rp 2,5 Miliar.

Desa Wisata Pujon Kidul memiliki ragam wahana menarik dengan nuansa asri perdesaan, seperti cafe sawah, panen hasil pertanian, memerah susu sapi, kolam renang untuk anak-anak, off road, hingga wisata berkuda. Tak hanya itu, Desa Wisata ini juga memiliki banyak spot selfie yang sangat menarik. Wisatawan yang berkunjung pun jumlahnya, rata-rata 3.000 pengunjung saat hari kerja dan 5.000 pengunjung saat hari libur. Apakah inovasi yang berbuah manis ini dapat direplikasi desa lainnya ?, tergantung para pihak yang terlibat dalam pemerintahan desa dan masyarakat masing-masing desa. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos