Published On: Jum, Mar 18th, 2016

Perjuangan Warga Gaji ke PTUN Masih Berlangsung

KEREK

MENCARI KEADILAN : Suasana persidangan di PTUN Surabaya

MENCARI KEADILAN : Suasana persidangan di PTUN Surabaya

seputartuban.com – Warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) masih berjuang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Atas permasalahan tanah warga yang dibeli PT Semen Indonesia 13 tahun lalu.

Warga menggugat untuk membatalkan Surat Keputusan Tata Usaha Negara (SKTUN) oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia kantor Pertanahan Kabupaten Tuban, yaitu surat nomor 1787/100-35.23/XI/2015 perihal penolakan permohonan pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah, tertanggal 2 Nopember 2015. Surat gugatan tersebut disampaikan ke PTUN Surabaya tertanggal 20 Januari 2016 nomor 12/G/2016/PTUN.SBY.

Koordinator Warga, Abu Nasir mengatakan dasar gugatan karena warga pernah ditolah BPN Tuban saat mengajukan pengukuran tanah. Padahal warga merasa tidak menjual dan berkeyakinan proses jual beli yang pernah dilakukan oleh pihak ketiga tidak benar.

Karena nama pemilik dalam data tidak sesuai dengan kenyataanya dan dalam buku desa. “Kita berharap dengan jalur PTUN ini bisa menyelesaikan masalah yang berlarut-larut dan mengetahui kebenaran dari masalah ini,” kata Abu Nasir, Rabu (16/3/2016).

Untuk melakukan proses gugatan tersebut warga di bantu oleh LBH Ansor Jawa Timur. Sedang biaya untuk menghadiri persidangan di PTUN Surabaya warga melakukan iuran. Atas kondisi ini diharapkan Pemkab menepati janjinya untuk membantu warga. Beberapa waktu lalu Wakil Bupati Tuban saat menemui warga Desa Gaji yang berunjuk rasa pernah menjanjikanya. “Saya yakin kebenaran pasti akan menang meskipun itu berat, dan kami tidak akan pernah putus asa memperjuangkannya,” tegasnya.

Persidangan dilakukan sekali dalam seminggu tiap hari Selasa. Tahapan yang sudah dilalui agenda sidang pembacaan tanggapan dari tergugat, yakni BPN Tuban. Kepala Kantor Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Kabupaten Tuban, Yuswanto saat berusaha dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.

Terpisah, Dirut PT Semen Gresik, Sunardi Priyonomurti mengatakan bahwa perusahaanya sangat menghormati proses hukum yang dilakukan oleh warga. Sebelumnya pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi. Namun tidak membuahkan hasil, sehingga gugatan warga dianggap langkah baik. “Kita akan menunggu hasil keputusan dari PTUN, kita anggap itu langkah yang terbaik,” kata Sunardi.

Sunardi menambahkan bahwa pihaknya juga mempertahankan apa yang telah dilakukan. Karena kalau dibiarkan dengan diserahkan lagi ke warga, sama halnya dia menyalahkan proses pembelian yang sudah dilakukan perusahaanya dan berisiko secara hukum. “Kita akan tetap mempertahankan apa yang telah kita lakukan,” ungkapnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author