Published On: Sab, Jan 21st, 2017

Peringati Ulang Tahun, PT SG Santuni 100 Anak Yatim

seputartuban.com, KEREK – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun PT Semen Gresik yang ke-3 tahun, 100 anak yatim piatu menerima santunan, Jumat (20/01/2017) di Auditorium PT Semen Gresik, Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Mereka terdiri dari warga ring 1 perusahaan.

BAGI KEBAGAHIAAN : Suasana santunan anak yatim yang dilakukan PT Semen Gresik, Jumat (20/1/2017) di Auditorium PT SG

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tuban, Fathul Huda, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Serta dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Derajat Lomongan, KH Abdul Ghofur.

Direktur Utama PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Semen Gresik merupakan anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ditugasi untuk pengelolaan aset yang ada di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Gresik. ”Pada tanggal 10 Januari 2017 kemarin Semen Gresik tepat berusia 3 tahun. Dengan usia yang masih sangat muda tersebut, Semen Gresik sudah memiliki banyak pengalaman” ujarnya.

Selain itu, diharapkan agar kedepan Semen Gresik bisa lebih baik lagi. Sehingga, bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat, utamanya warga sekitar perusahaan.

Direktur Pemasaran dan Supply Chain PT Semen Indonesia, Aunur Rosyidi mengatakan bahwa PT Semen Gresik merupakan tulang punggung dari PT Semen Indonesia. Karena 50 persen semen yang ada berasal dari PT SG untuk memenuhi kebutuhan semen. “Semen Gresik merupakan penghasil semen terbanyak dari anak perusahaan yang dimiliki PT SI,” jelasnya.

Diharapkan, kedepan PT SG bisa lebih eksis dan berkembang sehingga bisa mencukupi kebutuhan semen dunia. Serta selalu mengembangkan inovasi untuk kemajuan perusahaan.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Semen Gresik pada HUT ke 3 ini. Dia berharap kepada perusahaan tidak hanya jargonnya saja yang kokoh tak tertandingi. Namun lebih dari itu, agar selalu berushaan dapat mengkokohkan atau menyejahteran masyarakat. Utamanya warga yang tinggal disekitar perusahaan. Jangan sampai masyarakat disekitar perusahaan kehidupannya lebih buruk dari yang jauh dari perusahaan. “Desa disekitar perusahaan ini harusnya lebih maju dibandingkan dengan desa lain,” harap Bupati.

Selain itu, kondisi masyarakat miskin disekitar perusahaan juga harus lebih rendah. Indek Pembangunan Manusia (IPM) desa yang ada disekitar perusahaan juga harus lebih tinggi jika dibandingkan desa yang jauh dari perusahaan. “Jika itu tidak terjadi kita evalusi keberadaan perusahaan,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author