Published On: Sen, Sep 15th, 2014

Perhutani Parengan Fokus Antisipasi Kebakaran Hutan

TUBAN

DINAMIKA: Populasi penduduk tinggi membuat kebakaran hutan mustahil dihilangkan, meski dapat diminimalisir.

DINAMIKA: Populasi penduduk tinggi membuat kebakaran hutan mustahil dihilangkan, meski dapat diminimalisir. (foto: illustrasi)

seputartuban.com-Tak bisa dipuingkiri, msuim kemarau seperti sekarang ini rawan terjadi kebakaran hutan. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Diantaranya pembukaan lahan pertanian petani hutan (pesanggem). Dampaknya merugikan negara dan ekosistem.

Ini membuat tanaman jati muda rentan mati karena terbakar. Sisi lalin ekosistem kehidupan juga terganggu.

“Luas lahan dan jumlah personil yang sangat tidak sebanding menjadi tantangan bagi kami. Namun pada prinsipnya sudah kita lakukan langkah-langkah antisipasi,” kata Administratur Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono, Senin (15/09/2014) siang.

Menurut dia, kebakaran di hutan Jati sebagian besar akibat tindakan manusia baik di sengaja maupun tidak. Umumnya dilakukan untuk membersihkan lahan di bawah tegakan hutan agar mudah diolah untuk menjadi lahan pertanian.

“Bagi tanaman jati yang sudah tua hal tersebut tidak terlalu bermasalah. Tapi akan berpengaruh bagi tanaman muda,” imbuh Daniel.

Disebutkan, luas wilayah hutan KPH Parengan 17.633 hektar dan populasi penduduk tinggi membuat kebakaran hutan mustahil dihilangkan, meski dapat diminimalisir.

“Karena itu yang bisa dilakukan adalah mencegah kebakaran di tegakan muda di bawah usia 10 tahun dan meminimalkan kebakaran di tegakan tua. Karena bagaimanapun kebakaran akan merusak keseimbangan ekosistem hutan,” tuturnya.

Daniel menerangkan, langkah antisipasi yang sudah dilakukan dengan cara patroli rutin dan komunikasi atau sosialisasi kepada masyarakat desa hutan. Diupayakan agar tidak muncul titik api atau jika sudah muncul dapat segera dikendalikan.

“Di seluruh pos penjagaan sudah disiapkan alat pemadam kebakaran. Kalau alat damkar yang menggunakan air memang tidak tersedia. Karena pada musim seperti ini sumber air juga sangat sulit didapat dalam hutan,” katanya.  MUHAIMIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos