Published On: Sel, Jun 9th, 2015

Perhutani KPH Tuban Ancam Pidanakan Komersialisasi Lahan

TUBAN

KALAH HIJAU : Kondisi lahan hutan Perhutani KPH Tuban ini nampak terdapat tanaman jagung pesanggem yang sangat subur

KALAH HIJAU : Kondisi lahan hutan Perhutani KPH Tuban ini nampak terdapat tanaman jagung pesanggem yang sangat subur

seputartuban.com – Perhutani KPH Tuban menegaskan akan memproses pidana bagi karyawan atau pesanggem yang mengkomersialkan lahan hutan. Hal ini disampaikan Waka Administratus Perhutani KPH Tuban, Muhlisin, Senin (08/06/2015).

“Tindakan tegas akan kami berikan jika kami menemukan indikasi adanya praktik jual beli lahan garapan petani hutan dibawah tegakan KPH Tuban,” tegasnya.

Tindakan tegas ini berlaku bagi pegawai atau karyawan Perhutani. Serta petani hutan (pesanggem) yang menjual lahanya kepada petani lain. Karena selama ini menurut Muhlisin pihaknya hanya mengizinkan pesanggem bercocok tanam dengan syarat bertanggung jawab. Atas tanaman diatas lahan garapanya masing-masing.

“Kami mengizinkan lahan Perhutani digunakan para pesanggem untuk bercocok tanam selama tanaman milik kami di rawat dan mereka bertanggung jawab. Serta bersedia menggantikan bilamana tanaman kami tidak tumbuh atau mati. Semua peraturan tersebut sudah disepakati oleh pesanggem dan dikuatkan oleh materai,” imbuhnya.

Sesuai aturan Perhutani, tiap kepala keluarga hanya diperbolehkan bertani di lahan Perhutani 1,3 hektar. Namun kenyataanya diduga kuat masih ada pesanggem yang menggarap lahan diluar ketentuan tersebut.

Diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar adanya komersialisasi lahan pesanggem disejumlah kawasan. Petani membayar sejumlah uang dalam waktu berkala. Namun hingga saat ini belum ada satupun petugas atau oknum karyawan Perhutani yang terbukti melakukan pelanggaran menjual atau menyewakan lahan dengan dalih retribusi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author