Published On: Rab, Agu 26th, 2015

Perempuan “Korban” Nikah Dini Rentan Meninggal

TUBAN

saifulseputartuban.com-Menikah pada usa dini membuat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkanya sangat rentan. Fakta itu kian menegaskan pula perkawinan dini berdampak terhadap banyak hal negatif.

Salah satunya rentan terhadap perceraian karena tanggung jawab yang kurang. Sementara bagi perempuan berisiko tinggi terhadap kematian saat melahirkan.

“Menikah pada usia dini kemungkinan meninggal cenderung lebih besar. Rata rata mereka mengalami pendarahan, keguguran serta proses persalinan yang sulit. Sehingga besar kemungkinan mengakibatkan meninggal dunia. Sedangkan bayi yang dilahirkan cenderung prematur,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Saiful Hadi, Selasa (25/08/2015) siang.

Menurut dia, perempuan usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali lebih besar meninggal saat melahirkan ketimbang yang berusia 20-25 tahun. Pada sisi lain perempuan saat melahirkan usia di bawah 15 tahun kemungkinan meninggal bisa lima kali.

Perempuan muda yang sedang hamil, kata Saiful, berdasarkan penelitian akan mengalami beberapa hal. Diantaranya bakal mengalami pendarahan, keguguran, dan persalinan yang lama atau sulit.

“Kondisi inilah yang menyebabkan ibu yang akan melahirkan bisa meninggal,” tegas dia.

Sedangkan dampak bagi bayi, kemungkinannya adalah lahir prematur. Berat badan kurang dari 2.500 gram serta kemungkinan cacat bawaan akibat asupan gizi yang kurang.

Ini karena ibu muda belum mengetahui kecukupan gizi bagi janin. Faktor lain ibu muda juga cenderung stres.

Cenderung Tak Harmonis Rentan Cerai

Terpisah, Midhol Huda bagian Bimas Islam Kantor Kemenag Tuban, mengatakan pernikahan dini juga berdampak buruk ditinjau dari sisi sosial. Yakni kurangnya harmonisasi keluarga serta meningkatnya kasus perceraian.

Hal ini disebabkan emosi yang masih labil, gejolak darah muda, dan cara pola pikir yang belum matang. Di samping ego yang tinggi dan kurangnya tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga sebagai suami istri.

Sesuai data yang dia himpun, sepanjang Januari hingga juli 2015 untuk kasus dispensasi nikah dibawah umur didomiasi nasyarakat Kecamatan Montong dengan sembilan pasangan

nikah. Kemudian Kecamatan Grabagan dengan lima pasangan nikah, Semanding dengan lima pasangan nikah, Parengan dengan empat pasangan dan Kecamatan Tambakboyo sepasang pengantin. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author