Published On: Kam, Jun 30th, 2016

Peredaran Miras di Tuban Selama Ramadan Masih Tinggi

TUBAN

seputartuban.com – Peredaran minuman keras di Kabupaten Tuban nampaknya masih tinggi meski suasana ramadan. Hal itu terbukti hasil ungkap kasus aparat kepolisian masih sangat tinggi.

MASIH MARAK : Barang bukti kasus Miras yang ditangani Sat Reskrim Polres Tuban

MASIH MARAK : Barang bukti kasus Miras yang ditangani Sat Reskrim Polres Tuban

Nampaknya wilayah yang menjadi produksi minuman keras (Miras) saat ini mulai berkembang. Yang semula hanya di wilayah Kecamatan Semanding, kini juga ada di wilayah Kecamatan Jenu bahkan Miras yang diproduksi sudah oplosan.

Data di Mapolres Tuban, Rabu (29/6/2016) menyebutkan, sudah berhasil menyita 1.044,5 liter Miras berbagai jeni yang diamankan dari 12 tersangka.

Para tersangkanya adalah Tranggono (54), warga Dusun Dukoh RT 01 RW 05, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Dia ditangkap di rumahnya Rabu (15/6/2016) pukul 05.15 WIB. lantaran terbukti tengah memproduksi arak dengan barang bukti 83 liter arak siap edar, 1 buah drum plastik warna biru, 1 tungku (dandang) tempat memasak arak berbahan tembaga, dan sebuah Kompor berikut tabung LPG kemasan 3 Kg.

Serta Suwarni (44), warga Prunggahan Kulon, RT 01 RW 02, Kecamatan Semanding, ia diamankan dirumahnya pada Kamis (16/6/2016) pukul 14.00 WIB. Dengan barang bukti 84 arak kemasan botol ukuran 1,5 liter siap edar, 3 Kg gula merah, 1 unit kompor, tabung gas LPG kemasan 3 Kg, serta sebuah tungku tembaga.

Sedangkan penjual Miras Anggur Merah adalah Linda (20), warga Desa Boto, Kecamatan Semanding. Dia diamankan disebuah warung didalam rumahnya pada Rabu (15/6/2016), dengan barang bukti sebanyak 2 botol anggur kolesom sisa penjualan pada pukul 21.00 WIB .

Serta Slamet Purwanto (38), warga yang sama yang diamankan pada hari yang sama pukul 21.15 WIB diwarungnya berikut 3 liter arak sisa penjualan. Serta Sampuni (48), pada Jumat (17/6/2016) diwarungnya. Dengan barang bukti 1 botol anggur merah dan 1,5 liter arak sisa penjualan.

Kemudian,  Jayusman (46), warga Dusun Lampah RT 03 RW 03 Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, yang diamankan di warung berdekatan dengan rumahnya pada Senin (20/6/2016) pukul 20.30 WIB. Dengan barang bukti 10,5 liter arak sisa jualan.

Suparti (39), warga Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, RT 03 RW 10, Kecamatan Semanding yang diamankan diwarung dekat rumahnya pada hari yang sama pukul 23.00 WIB. Serta 420 arak kemasan botol yang belum sempat terjual. Wajad (54), warga Kecamatan Kerek yang diamankan dirumahnya pada Selasa (21/6/2016) pukul 22.30 WIB berikut 126 arak kemasan botol sisa penjualan.

Sedangkan mereka yang menjual dan menyediakan tempat untuk minum minuma keras jenis Ginseng oplosan yakni Darkik (63), warga Dusun Jembel RT 7 RW 7 Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu yang diamankan pada Rabu, (15/6/2016) berikut 20 liter miras sisa penjualan pada pukul 11.30 WIB.

Kemudian Suparti (46), warga Jalan Delima RT 01 RW 04, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, yang diamankan pada Rabu (22/6/2016). Dengan barang bukti 105 liter miras sisa jualan. Serta Brian Kurniawan (33), warga setempat yang diamankan berikut 12 liter miras sisa penjualan pada Pukul 10.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, menjelaskan total barang bukti miras yang disita dari para tersangka adalah 1.044,5 liter arak siap edar, 3 botol anggur kolesom, 137 liter minuman keras jenis ginseng, 2 buah dandang dari tembaga, 2 unit kompor berikut tabung LPG kemasan 3 Kg. “Seluruhnya kami amankan selama Bulan Ramadan,” katanya.

Tindakan tegas para produsen dan penjual Miras dilakukan selama Ramadhan hingga menjelang  hari raya Idul Fitri. Untuk mengantisipasi segala bentuk tindakan kriminalitas yang bersumber dari pengaruh buruk dampak konsumsi alkohol. “Seluruh tersangka saat ini masih menjalani proses hukum untuk pengenaan sanksi,” pungkasnya.  ARIF AHMAD AKBAR.

Facebook Comments

About the Author