Published On: Sel, Agu 16th, 2016

Peran Penting Dinas PU Dalam Raih Adipura Kirana

TUBAN

seputartuban.com – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban meraih penghargaan Adipura tidak bisa lepas dari peran Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kabupaten Tuban. Adipura Kirana merupakan penghargaan bergengsi di bidang pengelolaan lingkungan hidup dari negara yang diterima belum lama ini.

BERGENGSI : Bupati Tuban, Fathul Huda didampingi Kepala Dinas PU Pemkab Tuban, Choliq Qunnasich dan staf Dinas PU Pemkab Tuban usai menerima Adipura Kencana

BERGENGSI : Bupati Tuban, Fathul Huda didampingi Kepala Dinas PU Pemkab Tuban, Choliq Qunnasich dan staf Dinas PU Pemkab Tuban usai menerima Adipura Kencana

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan DPU Tuban, Edi Kartono, mengatakan sebagian besar syarat penilaian Adipura menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas PU. Diantaranya, menjaga kebersihan lingkungan kota, pengelolaan sekaligus pemanfaatan sampah, hingga penghijauan dan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH).

Dia melanjutkan bahwa Dinas PU rutin melakukan perawatan, penataan dan desain ulang taman kota. “Penataan dan perawatan taman kota ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kota yang nyaman, aman dan lebih indah, termasuk menata sirkulasi udara di kota,” katanya, Senin (15/8/2016).

Pihaknya juga rutin melakukan perawatan hutan kota, perawatan dan penambahan lampu lampu hias, tanaman dan pohon lindung di sepanjang jalan raya Tuban kota. Penataan pohon lindung juga sangat diperhatikan, diantaranya rutin melakukan pemangkasan pohon lindung. Serta melakukan peremajaan pohon lindung, serta mengisi plant zone yang kosong. Dinas PU juga merespon laporan masyarakat jika ada pohon lindung yang layak ditebang jika membahayakan.

Selain itu, inovasi dalam mempertahankan penghargaan yang lima kali diraih berturut-turut itu adalah dengan adanya pengelolaan sampah terpadu (TPST). Pengelolaan sampah di TPA Gunung Panggung, Kelurahan Gedongombo. TPA yang menempati lahan seluas 3,8 hektar itu mampu diubah menjadi RTH.

Pengelolaan sampah di TPA tersebut dikonsep sangat matang, yakni timbunan sampah dipastikan tidak meresap dalam tanah. Karena beralaskan geo membran yang kedap air. Seluruh cairan yang keluar dari pembusukan sampah tidak meresap ke tanah dan mencemari lingkungan. Serta menerapkan sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). “Saat dibuang di kolam peresapan. Air yang terolah tersebut tidak bau atau mengandung zat berbahaya,” jelasnya.

Selain itu, DPU juga memanfaatkan sampah di TPA tersebut untuk diolah menjadi gas metan yang berguna bagi masyarakat dalam menghadapi kebutuhan bahan bakar gas ratusan warga sekitar. “Gas metan dimanfaatkan untuk ratusan rumah yang ada disekitar TPA. Gas metan tersebut disalurkan kepada warga dengan pipa yang telah tersedia secara gratis untuk bahan bakar memasak,” masih kata Edi.

Di TPA terdapat enam bak untuk pengolahan sampah, dua diantaranya telah difungsikan untuk pengolahan menjadi gas metan. Sedangkan empat bak sampah lainnya masih dipakai untuk menyimpan sampah. Selain itu, hasil pengolahan sampah di TPA juga menghasilkan energi listrik sekitar 5 ribu watt. Energi tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik TPA.

Diketahui, penghargaan Adipura Kirana diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kala, Jumlat (22/7/2016) lalu di Istana Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau Sumatra Selatan. Dengan penerima langsung Bupati Tuban, Fathul Huda. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author