Published On: Sab, Jun 27th, 2015

Peran Kapolres Tuban Dinginkan Konflik Afal Polysius

Share This
Tags

TAMBAKBOYO

JALAN TENGAH : Kapolres Tuban bersama para pihak saat mediasi penjualan afal di Balai Desa Merkawang, Jumat (26/06/2015)

JALAN TENGAH : Kapolres Tuban bersama para pihak saat mediasi penjualan afal di Balai Desa Merkawang, Jumat (26/06/2015)

seputartuban.com – Kapolres Tuban, AKBP. Guruh Arif Darmawan turun langsung untuk memediasi penjualan barang bekas milik PT Poliysius. Pengusaha sekitar PT Holcim Indonesia Tbk dikumpulkan bersama perewakilan perusahaan asal Jerman itu untuk membuat kesepakatan bersama.

Asosiasi pengusaha ring 1 PT. Holcim meminta kepada PT Polysius saat menjual barang bekas kabel dan besi harus melibatkan pengusaha sekitar perusahaan. Bahkan akibatnya warga sempat akan melakukan pemblokiran jika barang bekas tetap dijual keluar perusahaan tanpa keikutsertaan warga lokal.

Kapolres Tuban mengumpulkan para pengusaha dengan pihak PT. Polycius bersama pihak PT. Holcim Indonesia melakukan mediasi, yang dilaksanakan di Balai Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jum’at (26/06/2015) siang.

Guruh meminta agar semua pihak melakukan membicarakan masalah itu dengan kepala dingin. Sehingga dapat diambil solusi yang tidak merugikan sebelah pihak. “Dibulan puasa ini, marilah kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, sehingga ada hasilnya,” pesan Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga menghimbau kepada semua masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya dengan baik dan mentaati peraturan yang ada. Boleh melakukan aksi tetapi jangan sampai ada pelanggaran hukum. “Siapapun masyarakat yang merusak, dan melanggar hukum akan kita tindak tegas sesuai dengan hukum yang ada,” sambungnya.

Dalam mediasi itu, perwakilan pengusaha lokal meminta agar PT. Polysius bersikap transparan dan melibatkan pengusaha lokal. Sehingga pengusaha lokal bisa ikut dalam proses pembelian barang bekas itu jika mampu. “Kita siap membeli selama kita mampu,” kata salah satu perwakilan pengusaha, Mu’in.

Sementara itu, perwakilan PT. Polysius, Arif mengatakan bahwa hingga saat ini masih belum ada kesepakatan 100 persen antara PT Polysius dengan PT yang akan membeli barang bekas itu. Pihak Polysius mengaku siap membatalkan rencana penjualan itu. “Apabila ada ketidak sesuaian dengan hal ini, akan kita batalkan,” jelas Arif.

Kesepakatan bersama ini kemiudian dituangkan dalam berita acara bahwa PT. Polysius akan melakukan koordinasi dengan pengusaha ring satu apabila akan melakukan penjualan barang bekasnya. Bersifat transparansi dan mengutamakan pengusaha lokal.

Terpisah, Coorporate Comunication East Java PT. Holcim Indonesia, Indriani Siswati mengatakan, permasalahan antara pengusa ring 1 dengan PT. Polysius bukan kewenangan PT. Holcim. Namun pihaknya berharap agar PT. Polysius melibatkan pengusaha lokal, sehingga selalu terjalin kebersamaan dan tidak ada permasalahan. “Itu kewenagan Polysius, tetapi kita hanya membantu untuk mediasi saja,” jawab Indri. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author