Published On: Jum, Apr 27th, 2012

Perampokan Pegadaian Jenu Direkontruksi, Berbagi Peran Saat Beraksi

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

JENU

REKONTRUKSI

Dari rekontruksi ini diketahui peran setiap pelaku perampokan dengan nyata

seputartuban.com – Polisi pelaku perampokan di kantor pegadaian senilai Rp. 2,6 milyar di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang terjadi pada tanggal 13 april lalu, jumat (27/04/2012) siang direkonstruksi. Dalam adegan reka ulang tersebut, terlihat jelas tentang peran dan keterlibatan oknum anggota Polisi Polres Tuban berpangkat Aiptu tersebut.

Aiptu Eko Heru Prasetyo (42) anggota dari Satuan Sabhara Polres Tuban tersebut, selalu menutupi wajahnya saat menjalani adegan demi adegan rekonstruksi kasus perampokan di Kantor Pegadaian Unit Jenu, Tuban yang terjadi pada tanggal 13 april lalu.

Dalam kasus perampokan tersebut, oknum polisi nakal ini berperan sebagai dalang sekaligus otak dan perencana aksi perampokan dengan menggunakan senjata api dan parang tersebut. Dan pada saat perampokan berlangsung, Eko Heru hanya memantau dari jauh saat 4 perampok masuk ke dalam kantor pegadaian, dan menyekap dua pegawai kantor pegadaian dengan menutupi mulut dan mengikat tangan pegawai pegadaian menggunakan lakban dan tali plastik.

Dalam aksinya, kawanan perampok tersebut juga menodongkan pistol ke arah Darun, salah satu pegawai kantor pegadaian. Selanjutnya kawanan perampok yang juga menggunakan parang tersebut, menggasak uang tunai sejumlah 30 juta rupiah, dan sekitar 2 Kg perhiasan emas, dengan total nilai Rp. 2,6 milyar.

Setelah berhasil menggondol uang tunai dan perhiasan emas, kawanan perampok tersebut melaju ke arah terminal baru, dan kemudian mereka berpisah sambil membawa hasil rampokan masing-masing. Keterlibatan Aiptu Eko Heru terendus petugas, saat tiga pelaku berhasil ditangkap sekitar setengah jam setelah aksi, yaitu Suwono, asal KelurahanTemurejo, Blora, Jateng. Indra Hidayat, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jateng, dan Susanto, warga Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang, Tuban.

Sedangkan Ali Mughofar, warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, yang memesan plat nomor palsu bersama Aiptu Eko Heru tertangkap malam harinya.

Adegan demi adegan yang diperankan ke lima pelaku tersebut, terlihat jelas keterlibatan Aiptu Eko Heru, yang merencanakan dan mengatur semua aksi kejahatan di Kantor Pegadaian, di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban tersebut.

Dalam rekonstruksi kasus perampokan yang melibatkan anggota Polisi tersebut, puluhan Polisi dari polres Tuban bersenjata laras panjang menjaga ketat lokasi rekonstruksi, yaitu di lima titik lokasi adegan rekonstruksi. Masing masing lokasi adalah di sebuah tempat pemesanan plat nomor, di jalan Diponegoro, Tuban, yang diperankan oleh Aiptu Eko Heru dengan Ali Mughofar.

Lokasi Rekostruksi kedua adalah Rumah Makan Tikung Raya milik Ali Muhofar, yaitu tempat rapat para kawanan perampok tersebut, kemudian lokasi ke tiga adalah kantor Pegadaian Jenu, Terminal Wisata Tuban, dan di jalan raya Kerek, tempat ke tiga perampok yaitu Suwono, Indra Hidayat, dan Susanto tertangkap.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Budi Santoso kepada seputartuban.com mengatakan, rekonstruksi tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran sesungguhnya pada saat kejadian, yang nantinya untuk bahan berita acara rekonstuksi yang dibuat petugas penyidik, untuk meyakinkan hakim pada saat sidang.

“peran oknum anggota polisi dalam kasus ini adalah merencanakan perampokan dan mondar mandir di TKP,” ujarnya.

Saat ini Polisi masih disibukkan dengan pengejaran dua pelaku lain yaitu Suwignyo dan Sadono, keduanya warga Semarang, Jateng yang merupakan residivis kasus yang sama, jebolan Lapas Nusa Kambangan, yang masih kabur dengan membawa dua pucuk pistol.

Facebook Comments

About the Author