Published On: Sen, Sep 2nd, 2019

Penyerang PSHT di Parengan Masih Didalami

seputartuban.com, TUBAN – Penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang, Minggu (25/8/2019) di Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban masih ditangani aparat Polres Tuban. Para pelaku yang diduga dari kelompok Rembol dan beratribut Pagar Nusa (PN) menyerang warga, siswa, pengurus dan sesepuh PSHT yang berada di dalam balai desa tersebut dengan melempari batu. Bahkan sejumlah anggota pengamanan Terate (Pamter) mengalami luka, bahkan seorang diantaranya menderita luka bacok. Hingga harus dirawat di RSUD Bojonegoro dan menjalani operasi medis.

MASIH GELAP : salah satu saksi korban saat diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Tuban.

Hasil pantauan seputartuban.com menyebutkan peristiwa itu terjadi saat Pengurus PSHT sedang melaksanakan kegiatan pemeriksaan ayam jago di dalam kawasan Kantor Kepala Desa Parangbatu. Kemudian siang hari, kelompok massa bermotor melaju dari arah barat ke timur menuju Bojonegoro dengan konvoi.

Saat melintas di lokasi, mereka kemudian menyerang kegiatan PSHT. “Mereka menggunakan batu dilempar, ketapel dan lainnya. Batunya kayaknya sudah ada di dalam tas,” kata salah satu anggota Pamter.

Ketua PSHT Ranting Parengan, Imam Sutiono menegaskan pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Tuban. Karena mereka sudah mengganggu acara, menyebabkan tekanan psikologis bagi siswa, korban luka bahkan korban luka bacok.

Imam menyebutkan mereka menggunakan senjata tajam untuk melukai Pamter. Selain itu, mereka jelas menggunakan atribut salah satu perguruan silat dan menemukan kartu tanda anggota (KTA). “Saksi dari kita sudah diperiksa dan barang bukti senjata tajam yang dipakai melukai salah satu dari kita, sudah kita serahkan. Kami berharap seluruh pelaku diproses hukum. Mulai yang pelaku utama, para pelaku pelemparan batu hingga mereka yang merusak acara kami semuanya harus diproses,” kata Imam, Minggu (1/9/2019).

Imam meyakini profesionalitas Polres Tuban dalam menangani kasus ini akan dijalankan. Namun dia mengingatkan bahwa penegakan hukum dengan maksimal akan mampu meredam gejolak kemarahan warga PSHT secara luas tidak hanya di Tuban. “Proses hukum saat ini sudah berjalan di Polres Tuban kita ikuti saja. Kita sudah didampingi kuasa hukum dari Cabang Tuban,” jelasnya.

Ketua ranting yang juga anggota DPRD Tuban itu mengingatkan agar seluruh warga selalu menjaga diri tidak terprovokasi. Karena kasus ini dapat menjadi pemicu kemarahan warga PSHT. Mengingat saat kejadian, gerombolan pelaku ratusan orang itu diduga kuat sudah berencana melakukan penyerangan. Hal itu sesuai kesaksian Pamter yang melihat mereka membawa batu di tas, membawa ketapel dan lainnya. “Mereka dari oknum organisasi (perguruan) manapun sengaja membuat keributan dengan menyerang. Kita hanya berusaha mempertahankan diri serta menjaga siswa dan sesepuh kami yang ada di lokasi,” tegasnya.

Diketahui, kelompok penyerang itu sebelumnya usai melaksanakan kegiatan bersama di kawasan Kecamatan Singgahan. Keberadaan mereka menurut sejumlah pemberitaan sudah tidak diakui oleh PN. Hal itu diungkapkan Ketua PN Tuban disejumlah media. Karena mereka sudah dianggap melanggar AD/ART. Namun pernyataan itu disanggah Kapolres Tuban karena tidak dapat menunjukkan surat keputusan pemberhentian mereka dari keanggotaan. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh di Mapolsek Parengan, malam hari usai kejadian di hari yang sama. RHOFIK SUSYANTO/TIM

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos