Published On: Kam, Jan 28th, 2016

Penyebar Kabar Helikopter Jatuh Warga Kedung Jambe, Ini Ceritanya

TUBAN

GUGUP : Ahmad Nahar Sudrajat (baju coklat) saat diperiksa di ruang Unit IV Sat Reskrim Polres Tuban

GUGUP : Ahmad Nahar Sudrajat (baju coklat) saat diperiksa di ruang Unit IV Sat Reskrim Polres Tuban

seputartuban.com – Pelaku penyebar berita bohong helikopter jatuh yang diunggah di group media sosial (medsos) Facebook diciduk Polissi dirumahnya, Kamis (28/1/2016) pukul 08.30 WIB.Kurang dari 24 jam, setelah postingan itu, pelaku diamankan petugas dan dimintai keterangan.

Ahmad Nahar Sudrajat (23), warga Desa Kedung Jambe, Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Di dunia Medos dia menggunakan akun Nahar Caica.

Kepada seputartuban.com, Rabu (28//1/2016) petang di ruang Unit IV Sat Reskrim Polres Tuban dia menceritakan perbuatanya itu. Berbekal Ponsel Nokia C-2 dia mengunggah kabar bohong itu, karena iseng.

“Awalnya dapat kabar dari teman yang menanyakan kepada saya. Berhubung rumah saya disekitar situ. Tidak ada niatan apapun, saya mengunggah kabar itu bermaksud menanyakan kepada pengguna sosial media yang lain. Bukan berniat memberitakan,” katanya.

Awalnya dia mendapat kabar dari temanya bernama Ahmad Fathoni bertanya kepadanya.Terkait kabar helikopter jatuh di kawasan Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.

Sebelum ditanya itu dia mengetahui ada helikopter yang terbang rendah di sekitar hutan dekat rumahnya. Kemudian beberapa saat kemudian setelah helikopter tersebut terhalang pandangan oleh hutan terdengar suara seperti ledakan

Karena itulah dia semakin bertanya-tanya apakah berita tersebut benar adanya. Sehingga mengunggah ke Medsos untuk menanyakan kepada para netizen.

Kanit IV Reskrim Polres Tuban, IPDA Dean Tomy mengatakan pemuda serabutan itu mulai diperiksa di Mapolres Tuban pukul 13.00 WIB didampingi kedua orang tuanya.

“Dia diperiksa hanya sebagai saksi, karena tidak ada keterangan yang menyebutkan unsur kesengajaan atau niatan untuk memberitakan tidak benar. Memang ada sebuah heli yang terbang rendah disitu karena pada waktu itu cuaca sedang gerimis disertai angin. Sedangkan bunyi yang menyerupai ledakannya adalah suara yang ditimbulkan dari petir,” jelasnya.

25 menit pasca postingan bohon itu, dia menghapusnya. Setelah mengetahui apa yang ditanyakan tersebut bohong dan menjadi perbicangan luas.

Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan, berpesan kepada seluruh pengguna sosila media. Seharusnya Medos digunakan untuk kebaikan dan manyambung silaturrahmi.

“Seharusnya media sosial itu digunakan menyambung silaturrahmi dan kebaikan. Jangan justru sebaliknya yang malah menimbulkan keresahan dimasyarakat luas. Akibat berita yang tidak benar, tentunya hal ini merepotkan banyak orang”, ungkapnya.

Akibat perbuatanya, penyidik Polres Tuban menetapkan Ahmad Nahar Sudrajat sebagai saksi. Dan dikenakan wajib lapor serta membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan mengulangi perbuatanya lagi. Penyidik tidak memproses hukum dia hasil pemeriksaan dan penyidikan kurang kuat menjerat dia sebagai tersangka. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author