Published On: Rab, Agu 6th, 2014

Penjual Bendera Merah Putih Ketiban Rezeki

Share This

TUBAN

BERKAH AGUSTUSAN: Momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun ini benar-benar membawa berkah tersendiri bagi penjual bendera.

BERKAH AGUSTUSAN: Momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun ini benar-benar membawa berkah tersendiri bagi penjual bendera.

seputartuban.com-Momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 tahun ini benar-benar membawa berkah tersendiri bagi penjual bendera. Tahun ini boleh dibilang masa panen. Antusias warga mengibarkan bendera di depan rumahnya masing-masing, berimbas pada perputaran rezeki para penjaja simbol prestisius bangsa tersebut.

Tomo, seorang penjual bendera asal Wonokromo Surabaya, yang sudah sepekan ini menggelar dagangannya di Kota Tuban. Tampaknya tak percuma dia jauh-jauh datang ke Tuban untuk jualan bendera setiap bulan Agustus. Bagi lelaki 50 tahun ini Kota Tuban sudah bukan asing lagi. Sudah 10 tahun dia berjualan bendera di Bumi Wali.

“Setiap menjelang bulan Agustus saya selalu berjualan di Kota Tuban. Pasarnya lumayan bagus dan warganya ramah-ramah,” kata Tomo mantab, Rabu (7/8/2014) pagi.

Menurut dia, untuk tahun ini penjualan bendera dan umbul-umbul mengalami kenaikan dibandingkan tahun kemarin. Kenaikannya mencapai sampai 40 persen. Rata-rata yang memberli dari instansi atau dinas-dinas serta pemerintah desa.

“Yang paling banyak dari instansi dan Dinas, mereka ada yang membeli dari 40 buah sampai 60 buah. Tahun ini pembelinya naik dibandingkan tahun kemarin,” sambungnya.

Pantauan seputartuban.com, setiap harinya dia bisa menjual bendera dan umbul-umbul sebanyak 200 buah. Untuk umbul-umbul dijual Rp 15-45 ribu setiap lembarnya. Sedangkan bendera merah putih mulai harga Rp 10 ribu sampai Rp 450 ribu untuk ukuran besar. Selain itu, dia juga menjual tiang bendera antara Rp 30-45 ribu per buahnya.

Barang tersebut “dikulak” dari rekannya yang mempunyai usaha konveksi dan sebagian dia buat sendiri. Ia memilih berjualan di Tuban karena penjualnya masih sedikit dibandingkan di Surabaya. Biasanya ia berjualan sebelum bulan Agustus. Namun saat ini, karena waktunya bersamaan dengan bulan puasa ia memilih berjualan setelah lebaran. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author