Published On: Sen, Okt 7th, 2013

Penjarah Yang Ditembak Masih Kritis Dan Terus Dijaga Ketat

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Tiga penjarah hutan yang ditembak petugas masih menjalani perawatan medis. Mereka adalah Yakni Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), ketiganya warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, usai kejadian langsung dirawat di RSUD Dr. R Koesma Tuban.

Penjarah Hutan saat di UGD RSUD Tuban

PARAH : Kondisi salah satu tersangka saat di RSUD Dr R Koesma Tuban menjalani perawatan medis

Direktur RSUD. Dr. R. Koesma Tuban, Dr Zainul Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (06/10/2013) mengaku dia tidak mengetahui secara pasti letak luka tembak. Namun membenarkan terdapat pasien dengan luka tembak sedang dirawat stafnya.

Ketiganya sudah mendapat perawatan intensif oleh petugas medis. Setiap 2 jam sekali setiap pasien dilakukan pengecekan. Agar diketahui secara dini gejala dari obat yang diberikan.

“Ya ada 3 pasien yang datang pagi tadi. Langsung kita periksa dan diberi obat pertolongan. Kita tidak mengetahui apakah itu pelaku kejahatan atau tidak yang jelas kita ada pasien kita lakukan pengobatan saja. Ya ada luka tembaknya,” ujarnya.

Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi saat dikonfirmasi ditempat berbeda mengatakan menegaskan pihaknya terus mengawasi dengan penjagaan ketat kepada ketiga tersangka yang masih dirawat tim medis.

“Tersangka parto sukiran ini menjadi otak penjarahan, selain itu dia juga beberapa kali melakukan tindak kekerasan. DPO lama itu memang, sudah lama kita incar. Banyaknya peluru yang keluar akan kita cek lagi. Korban tadi sadar dan membaik,” ungkapnya.

Diketahui, Kamis (03/10/2013) ratusan blandong menjarah hutan petak 8 A Perhutani RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan. Dalam waktu 30 menit, 16 batang pohon berhasil dipotong dan dengan santai mereka membawa hasil jarahanya.

Selian itu, untuk memuluskan aksinya, mereka juga menyandra 4 petugas perhutani yang sedang berjaga di Pos PTM 4. Mereka adalah MZ, NW, HR dan SY. Akibat kejadian ini, perhutani mengalami kerugian sebesar Rp. 39.303.000. Atau volume kayu jati mencapai 12,208 meter kubik. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos