Published On: Rab, Jul 15th, 2015

Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan Memble

TUBAN

DIBIARKAN : Truk tronton saat melintas di kawasan jalan Merakurak. Jalan ini masuk kategori kelas jalan III batas maksimal 8 ton

DIBIARKAN : Truk tronton saat melintas di kawasan jalan Merakurak. Jalan ini masuk kategori kelas jalan III batas maksimal 8 ton

seputartuban.com – Lemahnya penindakan pelanggaran kelas jalan menjadi penyebab rusaknya kondisi jalan di Kabupaten Tuban. Selain itu juga rawan terjadi kecelakaan, akibat badan jalan yang sempit dilalui kendaraan besar. Sehingga membuat pengguna jalan lainya terganggu melintas.

Kondisi ini terjadi disejumlah jalan kecamatan. Diantaranya dikawasan jalan Merakurak-Montong. Truk besar pengangkut hasil olahan tambang kapasitas diatas 30 ton melintas dengan aman. Hilir mudik kendaraan besar ini nampak tidak ada penindakan.

Bahkan jika putar balik di jalan raya, menyebabkan kemacetan panjang. Karena panjang truk jauh melebihi badan jalan. Lebih lagi, kendaraan roda 4 harus selalu dibelakang truk tidak bisa mendahului meski sedang melaju sangat pelan. Karena truk melintas lebih dari separoh badan jalan, sehingga sangat berbahaya jika mendahuluinya. “Kalau dibelakang truk harus sabar mas,” ungkap Susyanto (26), warga yang melintas, Senin (13/07/2015).

Bahkan siang bolong, truk trontong ini bebas melintas jalan Merakurak-Tuban. Padahal kawasan ini selalu ramai dipenuhi kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Tuban, A. Faraith tidak mau berkomentar banyak saat dimintai tanggapan terkait hal ini. Dia hanya memastikan kawasan kelas jalan III dengan kapasitas maksimal 8 ton. “Trontonya diatas 8 ton melanggar kelas jalan III,” ungkapnya singkat.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Muchamad Fakih juga enggan berkomentar saat dimintai penjelasan terkait hal ini.

Diketahui pelanggaran kelas jalan ini nampaknya juga terjadi di kawasan jalan Propinsi Bojonegoro-Jatirogo maupun Pakah-Soko. Belum lagi disejumlah kawasan yang terdapat tambang ilegal, truk muatan berat melintas di jalan desa juga sangat marak. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author