Published On: Ming, Feb 21st, 2016

Pengisian 9 Jabatan Kosong Eselon II Tunggu Rekomendasi Mendagri

TUBAN

Sekda Tuban, Budi Wiyana

Sekda Tuban, Budi Wiyana

seputartuban.com – Pengisian Sembilan jabatan kosong eselon II dilingkungan Pemkab Tuban menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Saat ini Pemkab Tuban surat mengirimkan surat ke Kemendagri terkait jabatan yang kosong untuk dilakukan pengisian dengan memakai lelang jabatan.

Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana mengatakan bahwa Pemkab Tuban sudah siap melakukan pengisian jabatan yang kosong dan akan segera dilaksanakan. Sebab bila berlarut-larut maka pelaksanaan program yang telah disusun tidak bisa terlaksana dengan maksimal. “Kita berharap segera bisa dilaksanakan, namun kita menunggu rekomendasi dari Mendagri,” kata Sekda Tuban, Budi Wiyana, Jumat (19/2/2016).

Sekda menambahkan bahwa sudah ada komunikasi dengan pihak Kemendagri secara lisan dan sudah mendapat persetujuan. Namun hal itu tidak cukup dan harus dibuktikan secara tertulis, sehingga dapat dipakai dasar untuk mengajukan pembentukan tim seleksi ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). “Bila rekomendasi dari Mendagri sudah turun akan kita informasikan ke KASN,” sambungnya.

Kemudian baru akan dibentuyk Panita Seleksi (Pansel) yang dimungkinkan akan memakai mereka yang menyeleksi posisi Sekda beberapa waktu lalu. Pelaksanaannya diharapkan bisa terlaksana sebelum pelantikan Bupati yang baru.

Sedangkan untuk pengisian jabatan ditingkat eselon III dan IV akan dilakukan secara penunjukkan terhadap pejabat yang diangkap berkompeten dan mampu dibidangnya. Serta saat ini sebenarnya Pemkab Tuban masih banyak membutuhkan pegawai sebab setiap tahunnya banyak yang sudah habis masa jabatannya.

Sembilan jabatan tingkat eselon II yang kosong tersebut adalah Staf Bidang Hukum dan Politik, Staf Bidang Pemerintahan, Staf Bidang Pembangunan, Staf Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP). MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author