Published On: Kam, Okt 30th, 2014

Pengiriman BBM Telat Pengecer “Berulah”

RENGEL

LENGANG: Akibat keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Pertamina membuat SPBU di Rengel tak bisa melayani konsumen.

LENGANG: Akibat keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Pertamina membuat SPBU di Rengel tak bisa melayani konsumen.

seputartuban.com–Kenaikan harga BBM bersubsidi yang hingga kini masih menjadi wacana, kuat dugaan membuat layanan distribusi menjadi sedikit lambat dibanding sebelum-sebelumnya. Salah satu areal pelayanan yang terkena dampat tersebut adalah SPBU di Jalan Raya Goreng, Kecamatan Rengel.

Tak pelak, situasi itu dimanfaatkan oleh sejumlah penjual bensin eceran menaikkan harga lebih tinggi ketimbang situasi normal. Jika biasanya sebotol bensin takaran seliter dijual Rp 7 ribu, kin naik menjadi Rp 8-8.500.

Pantauan seputartuban.com, Kamis (30/10/2014) pagi, SPBU yag berada di kawasan ring pngeboran minyak Mudi Rahayu Kecamatan Soko, tampak lengang karena sudah tiga hari tidak menerima kiriman jatah BBM dari Depo Pertamina.

KOndisi ini mau tidak mau mengharuskan para penjual bensin eceran menempuh jarak lebih jauh untuk memperoleh BBM.

Salah satu penjual bensin pengecer di Kecamata Grabagan, menyebutkan saat ini dia terpaksa  kulakan bensin di SPBU  di wilayah perkotaan Tuban. Selain jaraknya jauh juga harus mengantre berjam–jam. Pembelianyapun dibatasi antara 50 sampai 60 liter saja.

“Saya terpaksa menaikkan harga bensin karena jarak tempuh sangat jauh. Kalau saya mematok harga sama saya akan merugi” kata seorang penjual bensin eceran di Grabagan, Imron, Kamis (30/10/2014) sore.

Saat ditanya mengapa tidak kulakan ke Bojonegoro yang jaraknya lebih dekat ketimbang harus ke Tuban, dia mengatakan jika membeli ke SPBU tetangga kabupaten prosedurnya cukup rumit.

“Salah satunya harus membawa surat keterangan dari kepala desa untuk menghindari penimbunan BBM,” tandas Imron.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos