Published On: Sen, Jul 27th, 2015

Pengelolaan Wisata Boom Dikeluhkan

TUBAN

PUNGLI : Karcis parkir ini tertera tarif Rp. 500 namun prakteknya petugas meminta uang Rp. 2.000

PUNGLI : Karcis parkir ini tertera tarif Rp. 500 namun prakteknya petugas meminta uang Rp. 2.000

seputartuban.com – Pengunjung wisata Boom Tuban kecewa lantaran pengelola tidak serius memberikan pelayanan parkir maupun sarana penunjang wisata. Petugas parkir melakukan pungli serta sarana penunjang permainan anak dikomersialkan pedagang.

Pengunjung yang menggunakan sepeda motor, diberikan karcis parkir. Bertuliskan karcis masuk pelataran pasar Pem. Kab Tuban Rp. 500. Namun prakteknya pengunjung dimintai uang Rp. 2.000. “Kalau begini caranya berapa banyak saja uangya saat ramai liburan hari raya kemarin,” ungkap Kurniasari (27), salah satu pengunjung, Sabtu (25/07/2015).

Dalam berita sebelumnya, pengunjung wisata Pantai Boom, pada hari-hari biasa mencapai 10.000 hingga 15.000 orang tiap bulan. Sedangkan sejak hari pertama setelah lebaran pengunjung wisata ini per harinya mencapai 6.800 pengunjung.

KUMUH : Salah satu pengelola memajang dan menyewakan permainan anak dalam kondisi banyak yang rusak, hal ini menambah suasana kumuh lokasi wisata

KUMUH : Salah satu pengelola memajang dan menyewakan permainan anak dalam kondisi banyak yang rusak, hal ini menambah suasana kumuh lokasi wisata

Lebih dari itu, fasilitas permainan anak yang seharusnya tidak dikomersialkan dipungut biaya oleh penjual jasa permainan anak. Permainan prosotan dan lainya termasuk foto dengan patung kuda ditarik biaya Rp. 5.000.

Tarif ini menurut pedagang sudah termasuk permainan mandi bola dan sejumlah permainan lusuh lainya yang disediakan pemilik permainan tersebut. Nampak permainan mobil, kursi, sepeda dan boneka yang sudah rusak ditempatkan dalam kawasan permainan yang disewakan.

Fasilitas wisata Boom yang seharusnya gratis menjadi berbayar. Karena dipaketkan dengan permainan milik pengelola. “Kalau itu sejak puasa lalu sudah ditarik mas. Saat libur hari raya, foto di patung kuda itu disuruh bayar juga,” keluh Hidayati (32) pengunjung lainya.

Keluhan lain adalah, banyaknya jaring nelayang yang ditempatkan dibawah pohon. Serta sampah di kedua sisi lokasi wisata yang menghabiskan banyak uang rakyak ini makin tidak nyaman.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban, Farid Achmadi berjanji akan menindak tegas bawahanya. Untuk memperbaiki pelayanan maupun suasana wisata Boom.

“Kita panggil besok Senin pengelola tersebut. Agar menata dengan baik agar tidak kumuh kelihatannya. Sekalian saya panggil semua staf saya,” janjinya, Minggu (26/07/2015). MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author