Published On: Kam, Jan 14th, 2016

Pengelola Karaoke Nakal Akan Dipenjara 3Tahun dan Denda Rp. 50 Juta

TUBAN

DITERTIBKAN : Pengusaha karaoke legal saat mendapatkan arahan dari Sekretaris Sat Pol PP Pemkab Tuban

DITERTIBKAN : Pengusaha karaoke legal saat mendapatkan arahan dari Sekretaris Sat Pol PP Pemkab Tuban

seputartuban.com – Pemkab Tuban akan memidanakan pengusaha karaoke yang nakal. Baik yang berijin atau tidak. Jika melanggar ketentuan dapat dihukum 5 tahun dan denda Rp. 50 Juta. Hal itu sesuai yang tertuang dalam Perda nomor 16 Tahun 2014 tentang Miras dan ketertiban umum.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Sat Pol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto usai mengumpulkan 11 pengusaha karaoke berijin di kantornya, Rabu (13/1/2016).  Pengusaha karaoke harus mematuhi Perda No. 4 tahun 2013 tentang Kepariwisataan. Yang didalamnya menyangkut ijin operasional hiburan malam.

Diantaranya mengatur jam operasional mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 02.00 WIB. Selain itu pakaian pemandu atau karyawan karaoke harus sopan atau tidak terlalu mengundang syahwat. Hal itu agar tidak memicu tindakan amoral yang dilakukan pengunjung. “Mereka kami panggil untuk diberikan pemahaman tentang aturan jam kerja sampai dengan peraturan bagi seluruh karyawan,” katanya.

Seluruh tempat karaoke juga dilarang menjual minuman keras (Miras) berkadar alkohol tinggi. “Pemilik dapat didenda Rp. 50 juta dan ancama pidana penjara 3 tahun,” ungkap Heri.

Heri menegaskan, sebagian pelanggar adalah karaoke ilegal yang tersebar di beberapa kawasan. Karena mereka tidak memiliki ijin, sehingga beroperasional sesuka hati. Sehingga pada 2016 ini tetap akan ditindak tegas. Selain disita perangkatnya, mereka akan dipidanakan. “Biasanya yang melanggar itu yang tidak berizin, tetap kita tindak tegas,” pungkasnya. 

Pekan sebelumnya 2 pemilik karaoke di panggil Sat Pol PP karena buka jam operasional saat malam tahun baru 2016 melebehi ketentuan. Keduanya melayani pengunjung hingga menjelang pagi. Keduanya diberikan surat teguran dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author