Published On: Sel, Apr 7th, 2015

Pengedar Dobel L Diringkus Polantas Tuban Saat Razia Jalanan

TUBAN

DITANGKAP BERBEDA : Kedua tersangka pengedar Narkoba saat di Sat Resnarkoba Polres Tuban, Selasa (07/04/2015)

DITANGKAP BERBEDA : Kedua tersangka pengedar Narkoba saat di Sat Resnarkoba Polres Tuban, Selasa (07/04/2015)

seputartuban.com – Penangkapan pengedar kali ini menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan Narkoba di Bumi Wali. Tersangka ditangkap Polisi saat razia jalanan di kawasan Jalan Hos Cokro Aminoto, Tuban, Selasa (07/04/2015) pagi.

Tersangka F (41), warga Desa Kembangbilo RT. 01 RW. 02, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, tertangkap petugas saat melintas di Jalan Hos Cokro Amintoro. Saat itu tersangka melintas menggunakan sepeda motor diperiksa petugas yang melakukan razia jalanan.

Namun dia langsung lari dan meninggalkan sepeda motornya. Mengetahui hal ini, petugas mengejar dan berhasil menangkapnya.

Petugas yang curiga dengan gelagat ini memeriksa badan korban, namun tidak menemukan hal-hal yang dicurigakan. Saat jok sepeda motor diperiksa, petugas menemukan 70 butir pil dobel L yang dikemas dalam 7 paket masing-masing 10 butir. “Setelah kedapatan membawa obat-obatan terlarang, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Sat Resnarkoba,” ungkap Kasub Bag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, Selasa (07/04/2015).

Kepada penyidik, tersangka mengaku membeli seharga Rp. 13.000 tiap sepuluh butirnya kemudian dijualnya lagi seharga Rp. 15.000. Dia membeli dari pemasok berinisial E yang kini masuk buron Polisi.

Jajaran Polres Tuban juga berhasil menangkap pengedar karnopen berinisial TAS (40), warga Jalan WR. Supratman, Kelurahan Baturetno RT. 02 RW 03, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Kamis (02/04/2015)

Tersangka ditangkap di kawasan Rest Area Tuban saat menjual daganganya. Polisi berhasil menyita 52 butir pil karnopen siap edar.

Kini kedua tersangka mendekan di tahanan Mapolres Tuban. Dengan dijerat pasal 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Karena mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author