Published On: Kam, Jan 26th, 2017

Pendirian Kilang Minyak Masih Perlu Lahan Warga

seputartuban.com, TUBAN – Kilang Minyak milik PT Pertamina (Persero) dan Rosneft Oil Company asal Russia yang akan didirikan di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban dipastikan membutuhkan lahan lagi. Untuk sejumlah bangunan fasilitas pendukung Kilang. Disamping itu juga akan dilakukan kegiatan reklamasi (perataan garis pantai) dan pengerukan alur kapal.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Tuban, Agus Wijaya

Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya, menyampaikan bahwa saat ini sudah tersedia lahan sekitar 400 hektar. Namun dari lahan yang sudah ada tersebut masih dimungkinkan untuk penambahan lahan. “Dari lahan seluas sekitar 400 hektar itu sepertinya masih ada perluasan lagi,” katanya, selasa (24/1/2016).

Karena untuk mendukung kilang Pertamina-Rosneft juga akan dibangun beberapa fasilitas penunjang, diantaranya, jetty, jalur pipa bawah laut, Single Point Mooring (SPM). Tangki penyimpanan minyak mentah, komplek utilitas dan perkantoran.

Dari 400 hektar lahan tersebut diketahui terkait perizinannya untuk pembangunan kilang dipastikan sudah selesai. Lahan yang berlokasi di Desa Remen, Desa Mentoso, Desa Rawasan, Desa Wadung, dan Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu. Dengan rincian 340 hektarnya milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan sekitar 60 hektarnya milik PT Pertamina.

Pemkab Tuban memperkirakan lahan yang akan dipakai sebagai sarana pendukung pendirian kilang minyak itu dimungkinkan akan memakai lahan sekitar milik warga. Sehingga nanti akan ada pembebasan lahan dan diharapkan nantinya tidak terjadi gejolak terkait pembebasan lahan itu.

Mantan Camat Montong itu melanjutkan, dari pihak PT Pertamina sudah menyiapkan tali asih dan biaya pengganti untuk warga yang kemungkinan lahannya akan dipakai untuk kepentingan pendirian kilang minyak dan fasilitas pendukungnya. Selain itu untuk lahan yang seluas 400 hektar itu diketahui juga sebagian dimanfaatkan warga untuk digarap lahannya.

Sehingga pihak Pertamina akan memberi uang senilai tiga kali masa panen dan siap memberi bekal pelatihan untuk para penggarap lahan. Dengan harapan setelah warga tidak bisa mengais nafkah dari lahan yang selama ini mereka garap untuk bercocok tanam, nantinya akan tetap bisa bekerja dengan pekerjaan baru. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author