Published On: Ming, Mei 29th, 2016

Pendidikan Tuban Belum Siap Cetak SDM MEA

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Kabupaten Tuban sebagai  lokasi pembangunan kilang minyak perusahaan internasional Grass Root Refinery (GRR), milik perusahaan asal Negara Rusia (Rosneft), bermitra dengan PT.Pertamina (persero). Membuat anggota DPR RI, Satya W. Yudha berkomentar dalam seminar Tuban to Asean, Sabtu (28/5/2016) di salah satu Hotel di jalan Teuku Umar no. 3 Tuban.

Seminar yang digelar alumni ITS dengan tema Tuban to Asean

Seminar yang digelar alumni ITS dengan tema Tuban to Asean

Anggota Komisi VII, Bidang Sumber Daya Mineral dan Energi itu mengatakan setelah berdirinya perusahaan nasional dan internasional dapat melibatkan seluruh masyarakat secara aktif dalam pengerjaan dan pekerjaanya. Harus disiapkan Sumberdaya Manusia (SDM) sejak dini.  “Dalam hal ini pemerintah Kabupaten Tuban wajib menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.  Jika perusahaan tersebut sudah berdiri, dengan kata lain masyarakat tidak hanya jadi penonton saja,”  katanya melalui ponsel. Sabtu, (28/5/2016) siang.

Diharapkan masyarakat lokal terlibat secara penuh seluruh aktifitas perusahaan. Upaya yang seharusnya dilakukan sejak dini adalah dengan pola dan metode pendidikan yang dirubah sejak mereka menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Diantaranya, melalui Dinas Pendidikan dapat merubah atau menambahi dan menyediakan program study atau jurusan sesuai dengan skill yang dibutuhkan perusahaan. Sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengambil tenaga kerja dari luar Tuban. Karena masyarakat lokal sudah mampu dan mumpuni dengan kesiapan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

“Kabupaten Tuban seharusnya banyak belajar dari kabupaten sebelah, terutama daerah-daerah yang terdapat perusahaan di bidang perminyakan. Rata-rata mereka memiliki tempat pendidikan yang selaras dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga setelah mereka lulus tidak lagi kebingungan memperoleh pekerjaan karena sudah memiliki ketrampilan dibuktikan dengan sertifikat yang dimiliki,” lanjut Yudha.

Selain itu, pendidik wajib mengajarkan siswa-siswanya tidak hanya dapat dan mampu berbahasa inggris dengan baik dan benar, namun mampu pula mengajarkan siswa didiknya bahasa mandirin mengingat saat ini sudah memasuki MEA.

Sarta menyediakan sarana untuk mengasah dan memperdalam kemampuan pelajar pada bidang tehnik skill dengan memperbanyak sekolah latihan kerja pada Balai Latihan Kerja (BLK). Sebagai upaya mempertahankan SDM masyarakat menengah ke bawah tidak menjadi tertinggal setelah bayak masyarakat dari luar negeri bekerja di Kabupaten Tuban.

“Pihak dinas pendidikan harus tahu dan faham tentang kebutuhan tenaga kerja. Sehingga setelah program pendidikanya selesai mereka tidak bekerja keluar daerah karena lulusan yang dicetak sudah terampil pada masing-masing bidang yang dibutuhkan perusahaan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban, Sutrisno saat dimintai tanggapan terkait hal ini tidak dapat berkomentar. Karena saat dihubungi melalui Ponselnya tidak aktif dan saat ditanya melalui pesan singkat juga tidak dibalas.

Diketahui. Kabupaten Tuban, tengah menjadi perbincangan publik karena pada wilayah Kecamatan Jenu menjadi tujuan pembangunan kilang minyak perusahaan berkapasitas  300.000 barel per hari. Perusahaan migas raksasa asal asal Rusia  (Rosneft)  itu menjadi mitra PT. Pertamina (persero) untuk membangun kilang minyak di Kabupaten Tuban. pembangunan kilang Grass Root Refinery (GRR) yang memproduksi BBM dapat menjadi Tuban sebagai penghubung perdagangan minyak regional ke sejumlah daerah maupun luar negeri.

Saat ini pihak perusahaan masih mengurus proses perizinan serta di targetkan memulai pembangunanya pada awal Tahun 2018. Sedangkan rencana pembangunan selesai pada 2021. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author