Published On: Kam, Jul 23rd, 2015

Pendekar SH Terate Prambon “Kulon” Rapatkan Barisan

SOKO

BUKAN PAMER: Para pendekar SH Terate menampilkan atraksi seni pencak silat dalam acara halal bi halan yang digelar di halaman Balai Desa Prambon Tergayang, Rabu (22/07/2015) malam.

BUKAN PAMER: Para pendekar SH Terate menampilkan atraksi seni pencak silat dalam acara halal bi halan yang digelar di halaman Balai Desa Prambon Tergayang, Rabu (22/07/2015) malam.

seputartuban.com-Para pendekar di lingkungan Pengurus Rayon Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Prambon Tergayang, Ranting Soko, Cabang Tuban, menggelar acara untuk membangkitkan kebersamaan masyarakat di halaman balai desa setempat, Rabu (22/07/2015) malam.

Misi yang diemban dalam acara tersebut adalah membangkitkan nilai-nilai sejarah dan menggandeng perguruan lain. Para pendekar dan masyarakat menyatu dalam pengajian akbar dalam rangka halal bi halal Idul Fitri 1436 Hijriyah, dengan penceramah KH Abdurrohim yang dikenal sebagai da’i Polda Jatim.

Dalam kesemapatan itu pula, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat sebanyak 15 anak yatim mendapat santunan dari para pendekar. Sedangkan untuk memupuk kerukunan antar pendakar lainnya, diundang Ketua Perguruan IKS PI Kera Sakti, Pagar Nusa, Budi Suci Lahir Batin (BSLB), pendidikan olah raga silat indah garuda loncat (Porsigal) dan Pencak Organisasi (PO).

“Selain untuk memperingati hari ulang tahun PSHT Rayon Prambon Tergayang ke-17, acara ini juga digelar dengan untuk mempererat tali silaturahim antar perguruan,” kata Ketua Rayon SH Terate Prambon Tergayang, Didik Darmadi.

Dia juga berharap momen ini dapat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat. “Kerukunan antar perguruan ini harus kita tingkatkan, Tuban yang damai ini harus tetap kita jaga bersama,” tegas dia.

Acara kian gayeng dan hangat menyusul atraksi para pendekar dewasa dan anak-anak dalam kepiawaiannya memperagakan pencak silat. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua PSHT Ranting Soko, Ketua PSHT Cabang Tuban, Kapolsek, Danramil dan Camat Soko.

Sementara itu dalam tausiyahnya KH Abdurrohim, mengingatkan pentingnya perdamaian antar anggota pencak silat. Dengan meningkatkan jiwa nasionalisme, sehingga para pendekar dapat menjaga keamanan lingkunganya masing-masing.

“Sehingga ke depan perguruan pencak silat tidak lagi dipandang negatif, melainkan menjadi pengaman lingkungan di masyarakat,” katanya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author