Published On: Jum, Jan 1st, 2016

Pendapatan 8 Pasar Daerah Capai Rp. 3,328 Miliar

TUBAN

Kabid Perdagangan Disperpar Pemkab Tuban, Bhismo Setya Adji

Kabid Perdagangan Disperpar Pemkab Tuban, Bhismo Setya Adji

seputartuban.com – Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban optimis dari 8 pasar yang dikelola mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup banyak. Ditargetkan selama 2015 mampu memungut retribusi hingga Rp. 3,576 miliar.

Kabid Perdagangan Disperpar Pemkab Tuban, Bhismo Setya Adji, Kamis (31/12/2015) dia yakin hingga tutup tahun anggaran mampu melampaui target pendapatan retribusi yang telah ditetapkan yakni Rp. 3,576 miliar.

Dipungut dari pasar yang dikelola Disperpar. Yakni Pasar Baru, Pasar Karangagung, Pasar Pramuka, Pasar Sore, Pasar Hewan, Pasar Jatirogo, Pasar Bangilan dan Pasar Montong.

Dari delapan pasar tersebut tiga di antaranya, data pada akhir November realisasi target sudah terlampaui. Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Baru, Pasar Jatirogo dan Pasar Sore. Sedangkan total 8 pasar sudah mampu mendapatkan hasil retribusi sebesar Rp. 3,328 miliar atau kurang 6,95 persen dari target yang telah ditentunkan. “Dari delapan pasar di bawah wewenang Disperpar, tiga di antaranya sudah melampaui 100 persen terhitung hingga akhir November,” terang Bhismo.

Data dari Disperpar mencatat capaian dari tiga pasar tersebut per-November 2015, Pasar baru mencapai Rp. 1,378 Miliar dengan target 1,375 Miliar. Pasar Jatirogo capai Rp. 506 juta dengan target 503 juta. Pasar Sore Rp. 204,4 juta sedang targetnya 202 juta.

Sedangkan, Pasar Pramuka peroleh Rp. 99,9 juta dengan target Rp. 104 juta atau kurang 3,9 persen dari target. Pasar Karang Agung sebesar Rp. 156,3 juta dengan target Rp. 160 juta kurang 2,3 persen dari target.

Pasar Bangilan sudah mengumpukan Rp. 202,5 juta dengan target capaian Rp. 225 juta. Pasar hewan targetnya Rp. 932 juta, namun baru peroleh Rp. 707,9 juta, sehingga kurang memenuhi target 24,05 persen. Sedangkan pasar montong memperoleh Rp. 72,56 juta dari targetnya Rp. 75 juta. “Informasi yang kami terima, untuk Pasar Bangilan pada pertengahan Desember realisasi retribusi sudah melampaui target,” tambahnya.

Bhismo juga menjelaskan, untuk pengelolaan Pasar Montong akan segera diserahkan wewenangnya kepada pemerintah desa. Saat ini masih menunggu terbitnya Perbup tentang Pembinaan dan Perlindungan Pasar Tradisional serta Penataan Pasar Modern.

“Penyerahannya menunggu terbitnya perbup tentang Pasar tersebut. Saat ini masih dalam proses yuridis. Karena didalamnya juga ada mekanisme penyerahan pasar dari Pemkab ke desa,” pungkas Bhismo. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author