Published On: Jum, Jul 29th, 2016

Pendamping Desa Nyambi Jadi Satpam

TUBAN

seputartuban.com – Setelah ditemukan pendamping desa yang nyambi jadi guru di sekolah dan dikeluhkan di kawasan Kecamatan Bangilan belum lama ini, kini giliran desa di Kecamatan Kerek ditemukan hal serupa. Pendamping desa nyambi menjadi Satpam perusahaan.

IUSTRASI PENDAMPING DESATemuan ini menambah daftar panjang pekerjaan menjadi pendamping desa yang digaji negara belum maksimal. Sehingga dapat berdampak pada pengelolaan dana desa yang juga belum optimal.

Menurut Kepala Bapemas, Pemdes dan KB Kabupaten Tuban, Mahmudi berdalih belum maksimalnya pendamping desa itu karena antara jumlah personil tidak sesuai dengan jumlah desa. Setiap pendamping harus mendampingi 3 hingga 4 desa, sehingga hal itu juga menjadi kendala. “Seharusnya setiap desa ada 1 pendamping, namun kita selalu menekankan akan bekerja secara maksimal,” kata Mahmudi, Rabu (27/7/2016).

Temuan adanya pendamping desa yang juga nyambi jadi Satpam, menandakan proses rekrutmen yang sebelumnya belum optimal. Apalagi di Kabupaten Tuban sudah ditemukan kedua kalinya ini pendamping desa yang nyambi kerja lain penuh waktu.

Menanggapi hal itu, Mahmudi beralasan bahwa rekrutmen pendamping desa tidak melibatkan Pemkab Tuban. Sehingga tidak mengetahui siapa saja yang ikut mendaftar. Rekrutmen pendamping desa dilakukan langsung oleh Kementerian Desa dan tes dilakukan di  Propinsi. “Kita tidak dilibatkan dalam rekrutmen pendamping desa itu. Kita hanya mengumumkan lowongan pendaftaran dan hasil tes itu saja,” ujar Mahmudi.

Sehingga jika ada rekrutmen kekurangan pendamping desa pihaknya dapat dilibatkan pemerintah. Sehingga dapat mengetahui kompetensi dari calon pendamping. Sebab tugas dan tanggungjawabnya sangat berat dan sukses tidaknya program dana desa sangat dipengaruhi pendampingnya.

“Kalau ada rekrutmen lagi harus melibatkan pemerintah daerah karena yang memahami kondisi geografis dan kemampuan calon pendamping,” pungkas Mahmudi.

Diketahui, pada April 2016 juga terungkap pendamping desa di Kecamatan Bangilan nyambi menjadi guru sekolah. Bahkan menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah serta terdaftar menjadi guru penerima tunjangan profesi. Akibatnya warga mengeluh jarang didatangi pendamping desa tersebut. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author