Published On: Sab, Mar 17th, 2018

Pencarian Pemuda Pelopor Tuban Dimulai

seputartuban.com, TUBAN – Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga tengah memulai penentuan Pemuda Pelopor 2018. Kamis (15/03/2018) kegiatan awal dimulai, yakni technical meeting dilakukan di Aula SMKN 3 Tuban. Dengan melibatkan 50 pemuda perwakilan atau rekomendasi kecamatan dan utusan lainnya.

Pengarahan peserta seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Tuban

Kabid Kepemudaan, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban, Listyo Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan sarana untuk memotivasi pemuda Tuban. Para pemuda pelopor yang sudah melakukan aktivitas inovasi, pemberdayaan, menjadi inspirasi dalam bidangnya dijadikan pelajaran dan motivasi bagi pemuda Tuban lainnya.
Sekaligus sebagai sarana apresiasi kepada para pemuda yang telah jadi pelopor dalam bidangnya masing-masing. “Agar para Pemuda Pelopor ini dapat newarnai pemuda yang ada di Tuban. Dengan berbagai bidang yang dijalankan,” katanya.

Seleksi tahunan Pemuda Pelopor ini dimulai tahap pendaftaran mulai 21 Pebruari 2018 sampai 12 Maret 2018. Dengan syarat usia 18 tahun sampai 30 tahun. Berdomisili dan berkarya di Tuban. Serta mewakili Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/Pers).
Bidang kepeloporan yang dinilai adalah Bidang Pendidikan, Bidang Pangan, Bidang Sosial Budaya dan Pariwisata, Bidang Inovasi Teknologi dan Bela Negara dan Sumbrdaya Alam (SDA). Dalam bidangnya masing-masing akan dinilai secara administratif dan lapangan. Kemudian pada 27 Maret 2018 akan dilakukan seleksi di Aula Disparbudpora Kabupaten Tuban.

Salah satu peserta Pemuda Pelopor asal Kecamatan Montong, Wahyudianto menjelaskan dia didaulat mewakili wilayahnya dalam budang Sosial Budaya dan Pariwisata. Dia dan rekan seperjuangannya telah melakukan kepeloporan menjadikan Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah yang telah diresmikan Bupati Tuban pada 27 Desember 2017.

Wisata yang terus dikembangkan ini berbasis pemberdayaan masyarakat serta berbasis nilai keislaman. Didalam pelaksanaan wisata, kegiatan penunjang kepariwisataan diantaranya pendidikan masyarakat sadar wisata, kuliner khas, kerajinan khas seluruhnya sistem pemberdayaan. Sedangkan basis sedekahnya adalah seluruh kegiatan penunjang dan kegiatan utama wisata ada nilai sedekahnya. Sehingga Bidang Sosiao Budaya dan Pariwisata sudah seluruhnya dilakukan dia dan pemuda lainnya.

“Saya mengikuti ini menjalankan amanah pengurus. Tujuanya hanya kita ingin, semangat yang kita miliki bisa menular. Meski kita orang desa harus berfikir visioner dan global. Apa yang kita lakukan hari ini manfaatnya jangka panjang. Kita harus berbuat mulai sekarang. Bukan soal siapa kita, namun soal apa yang kita lakukan,” tutur Pemuda Pelopor yang mewakili Kecamatan Montong tersebut. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author