Published On: Ming, Des 4th, 2016

Penambang Pasir Gratiskan Perahu Untuk Bantu Warga

RENGEL

seputartuban.com – Penambang pasir tradisional sungai bengawan solo menggratiskan perahunya untuk membantu masyarakat korban banjir. Tanpa memungut biaya, meski dipakai membantu mendistribusikan bantuan maupun mengangkut warga.

SALING MEMBANTU : Keberadaan perahu gratis sangat meringankan beban korban banjir luapan sungai bengawan solo

SALING MEMBANTU : Keberadaan perahu gratis sangat meringankan beban korban banjir luapan sungai bengawan solo

Keberadaan perahu gratis itu sangat membantu masyarakat korban banjir luapan sungai bengawan solo. Terutama sejumlah lansia dan warga sakit yang membutuhkan penanganan medis, sangat diperlukan akses transportasi yang memadahi, yakni satau-satunya adalah perahu.

Suyitno (48), warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, sudah sepekan dia menggratiskan perahunya untuk membantu korban banjir. Bukan semata-mata karena dia tidak dapat bekerja karena sedang banjir, namun karena semata-mata alasan kemanusiaan. “Kurang lebihnya ya sudah sekitar seminggu ini mas, sejak jalan poros sudah tidak dapat dilalui lagi oleh kendaraan” terangnya, Sabtu, (3/12/2016) siang.

Selama beberapa hari ini, setiap harinya ia membantu mendistribusikan bantuan nasi bungkus dan beberapa kebutuhan bahan pokok kepada warga di Dusun Gembo, Dusun Temulus Desa Sawahan. Juga kepada warga Dusun Kanor, Desa Kanorejo. serta Dusun Karangasem, Desa Karangtinoto.

Selain dia yang terketuk hati atas bencana meluapnya sungai bengawa solo tersebut, ia juga dibatu oleh beberapa rekanya yang menggukankan perahu milik pribadi masing-masing. Yakni Suyatno, Kaswaji dan Agus. Mereka dengan ikhlas membantu mendistribusikan bantuan serupa ke beberapa wilayah desa lainya seperti Desa Sumberejo, Desa Banjarejo, Desa Banjararum, Desa Prambonwetan, Desa Ngadirejo, Desa Tmbakrejo, dan Desa Rengel.

“Kadang-kadang kalau tidak lagi sibuk ya digunakan ngojek mas. Seperti ngatarkan anak-anak yang sekolah itu dan warga yang mau ke pasar. Itupun tidak matok harus bayar berapa, mereka ngasih ya saya terima tidak ngasih juga tidak apa,” lanjutya.

Dia dan teman senasibnya tersebut memulai melakukan aktivitas sejak selepas subuh, atau sekitar pukul 05.00 WIB hingga selepas Maghrib atau Sekitar 17.40 WIB. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author