Published On: Kam, Jun 5th, 2014

Pemusik Tuban Makin Asing di Rumah Sendiri

TUBAN

SUMARDI: Kita kan hanya sebatas pembinaan, maka ketika itu tidak ada rekomendasi dari pemkab mau gimana lagi. Sehingga mereka yang berpotensi tentunya belum bisa turut serta hadir.

SUMARDI: Kita kan hanya sebatas pembinaan, maka ketika itu tidak ada rekomendasi dari pemkab mau gimana lagi. Sehingga mereka yang berpotensi tentunya belum bisa turut serta hadir.

seputartuban.com–Generasi Koes Bersaudara bisa jadi akan menjadi satu-satunya kebanggaan Kota Tuban di jagad musik nasional. Tampaknya sulit tumbuh diva baru dari Bumi Wali sebagai penerus Koes Plus, mengingat para pelaku seni musik lokal makin tak mendapat di kotanya sendiri.

Bahkan, dari berbagai gelar even resmi seperti peringatan hari jadi dan acara tahunan lainnya, Pemkab Tuban lebih meilih mendatangkan diva dan grup musik yang sudah punya nama. Padahal sejatinya, kualitas para pelaku seni musik di Tuban tidak jelek-jelek amat.

Menanggapi kondisi mengenaskan itu Kasi Seni Budaya Disperpar Tuban, Sumardi, seolah  tak mau disalahkan. Menurut dia,sebenarnya Disperpar sudah seringkali menawarkan pelaku-pelaku seni yang terdaftar di dinas tersebut kepada pihak Pemkab Tuban untuk diapreasiasi.

Namun kenyataan yang terjadi seniman Tuban hanya sebagai pemanis karena yang di “acc” paling banter pementasan wayang, karya lukisan dan tari-tarian.

Sumardi mengakui, sejatinya ada segudang anak pribumi Tuban yang berpotensi unjuk kebolehan kepada publik. “Kita kan hanya sebatas pembinaan, maka ketika itu tidak ada rekomendasi dari pemkab mau gimana lagi. Sehingga mereka yang berpotensi tentunya belum bisa turut serta hadir,” katanya, Kamis (05/06/2014).

Sumardi mengimbuhkan, selama ini pihaknya sering memberikan apresiasi terhadap grup maupun seniman yang berprestasi. Karena setiap tahunnya ada uang pembinaan bagi mereka yang dianggap beprestasi.

Dia  menegaskan ada sekitar 500 grup musik, tari dan komunitas pelukis yang terdaftar di Disperpar Tuban. Kata dia, seni adalah kebutuhan batin bukan sekadar senang atau gembira dalam memainkannya. Akan tetapi ketika ini dikemas apik dan dapat disuguhkan kepada masyarakat tentunya tidak akan sia-sia.

“Yang terpenting tetap semangat berkarya, dan harus tetap menjaga eksistensi,” tegasnya.  AMIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. lambao berkata:

    Gimana para musisi Tuban bisa tampil dikotanya sendiri,,,??? Lha Ajang Kompetisi ato Festival musik aja jarang digelar . Gimana Masyarakat Tuban bisa mengenalnya..