Published On: Sel, Apr 17th, 2018

Pemuda Senori Sulap Koran Bekas Jadi Barang Berharga

seputartuban.com, SENORI – Mohammad Kisyatul Mukhid (38), warga Dusun Baleono, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban memiliki keahlian menyulap koran bekas menjadi barang berharga. Hasil karyanya miniatur dari bahan koran bekas tersebut dapat dijual hingga ratusan ribu rupiah.

PANTANG MENYERAH : Mukhid saat mengerjakan pesanan logo organisasi silat ukuran sedang

Koran bekas biasanya bagi kebanyakan orang hanya jadi sampah saja, namun ditangan Mukhid (panggilan Mohammad Kisyatul Mukhid) dapat dibuat jadi barang berharga. Dia mampu membuat kerajinan tangan miniatur berbahan dasar koran bekas menjadi pigura, miniatur sepeda motor, miniatur perahu layar, souvenir pernikahan, logo perusahaan atau organisasi, dan barang lainnya sesuai pesanan.

Salah satu pesanan dari konsumen berupa logo organisasi silat ukuran besar

Duda tiga anak ini memulai pekerjaan utamanya tersebut sejak 2,5 bulan lalu. Dia saat ini tidak memiliki pekerjaan lain kecuali kerajinan miniatur tersebut. “Muncul ide seperti ini ketika saya sulit mencari pekerjaan. Alhamdulillah bakat yang saya miliki ini saya kembangkan dan alhamdulillah laku,” tuturnya, Senin (17/4/2018).

BERHARAP BERKEMBANG : Mukhid menunjukkan miniatur perahu layar hasil karyanya

Dari koran bekas dia mampu membuat beragam miniatur, mulai pigura, logo organisasi atau perusahaan, sepeda motor biasa atau harley, kapal layar. Dia juga dapat membuat bentuk lainnya sesuai pesanan pembeli. Dengan harga jual bervariasi sesuai dengan ukuran dan tingkat kesulitan.

Sejumlah hasil kerajinan miniatur bahan koran bekas yang dibuat

Yang sudah terjual mulai Rp. 150 ribu hingga Rp. 800 ribu. “Pembeli dari Bojonegoro, Nganjuk dan Tuban sendiri. Sementara ini promosi dari teman maupun facebook,” katanya.

Waktu pengerjaan ukuran 1 meter sekitar 7 hari dan 2 meter sampai 15 hari. Untuk ukuran 50 cm dapat diselesaikan selama 5 hari. Sesuai tingkat kesulitan yang dikerjakan menyebabkan waktu pengerjaan juga berbeda.

Soal kualitas dia berani menjamin bertahan lama meski berbahan dasar koran bekas. Karena sudah dilapisi cairan khusus yang dapat mengawetkan atau membuat kerajinan bertahan lama. Cairan tersebut berfungsi untuk membuat lebih mengkilap maupun ketahanan kerajinan lebih lama.

Produk pigura variasi menarik jadi pajangan

Kesulitan yang dia alami saat ini adalah permodalan, karena sudah 2 tahun tidak bekerja. Sehingga hasil penjualan produknya hingga saat ini digunakan untuk menambah modal. Kendala lainnya adalah pemasaran hasil kerajinannya.

Hari-hari Mukhid saat ini digunakan untuk melinting koran bekas maupun memotong bahan dan merangkai kerajinan. Dia tetap bersyukur ditengah mencari pekerjaan yang sulit, pemuda itu memiliki keahlian yang diharapkan menjadi sumber penghidupan keluargannya. RUSWANTO

Facebook Comments

About the Author

Videos