Published On: Sab, Jul 19th, 2014

Pemkab Tuban “Tutup Mata” Insiden Tawun

TUBAN

RAMAI : Meski berbahaya, warga tidak menghiraukan keselamatanya. Mereka mengais rejeki mengumpulkan minyak mentah yang tercecer.

SUMUR TAWUN: Hingga Sabtu (19/07/2014) pagi semburan masih terus berlangsung.

seputartuban.com–Insiden semburan minyak setinggi 16 meter dari salah satu sumur tua di Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, yang terjadi pukul 04.00 WIB Jumat (11/07/2014) lalu hingga Sabtu (19/07/2014) masih terus berlangsung.

Baik Pemkab Tuban sebagai pemilik otorita wilayah maupun Perhutani KPH Jatirogo selaku pemangku administratif serta aset kawasan sumur minyak mentah di Dusun Tawun belum mengambil sikap. Padahal, jika semburan minyak bercampur air itu tak segera diatasi sangat berbahaya karena rentan terbakar. Sedikit saja kena percikan api atau “sodokan” suhu udara yang tinggi bisa membuat sumur tua yang kini ditambang warga sewaktu-waktu bisa terbakar.

Tampaknya, Pemkab Tuban sendiri memilih tutup mata terhadap insiden semburan minyak pada sumur tua yang lokasinya berada di Petak 58 RPH Tawun, BKPH Bahoro, Perhutani KPH Jatirogo.

Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban Teguh Setyobudi, mengatakan insiden semburan minyak di Dusun Tawun bukan tanggungjawab pemerintah daerah.

“Peristiwa di sumur tua Dusun Tawun tidak menjadi kewenangan kita (pemkab). Sebab itu wilayah kerjanya Perhutani. Jadi kita tidak mempunyai wewenang,” tegas Teguh.

Apalagi, sambung dia, saat ini sumur tua tersebut sudah akan dimulai aktifitas eksploitasinya  oleh Pertamina EP yang dikerjasamakan dengan PT Tawun Gegunung Energy (TGE).

Menurut Teguh, di daerah tersebut ada tiga titik sumur tua yang berada dalam satu lokasi. Semuanya sekarang ini sudah menjadi kewenangan dari Pertamina dalam pengelolaannya. Sedangkan pemerintah daerah hanya akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi masyarakat sekitar.

“Pemerintah daerah hanya melaporkan kejadian tersebut dan memberikan kepastian akan keamanan penduduk yang ada di sekitar wilayah sumur tua yang mengeluarkan minyak itu. Karena ini sangat mengkwatirkan keselamatan warga sekitar,” tandas Teguh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga hari ini sumur tua itu masih mengeluarkan minyak namun debitnya sudah mulai berkurang. Saat ini setiap 30 menit mengeluarkan minyak dan air dengan ketinggian sekitar 5 meter. Kondisi ini juga tak sempat mengganggu aktifitas masyarakat sekitar.

Sebagai antisipasi, pasca semburan tersebut PT TGE menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran di lokasi peristiwa.  MUHLSIHIN

Facebook Comments

About the Author