Published On: Ming, Okt 26th, 2014

Pemkab Tuban Tidak Bedaya Tertibkan Tambang Ilegal di Soko

Share This
Tags

SOKO

KEBAL HUKUM : Aktivitas tambang ilegal masih lancar meski ditindak petugas

KEBAL HUKUM : Aktivitas tambang ilegal masih lancar meski pernah ditindak petugas

seputartuban.com – Praktek tambang ilegal masih marak di wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Meski sudah ditindak Sat Pol PP dengan menyegel lokasi, nampaknya tidak menyurutkan pengelola menghentikan aktivitas tambangnya.

Lokasi tambang di kawasan Desa Menilo, Kecamatan Soko ini masih nampak sibuk. Tiap hari hilir mudik dump truk mengangkut tanah galian yang dikirim ke sejumlah kontraktor di Bojonegoro.

Dampak aktivitas ini membuat jalan desa yang dekat dengan lokasi dipenuhi tanah yang tertinggal dari ban dum truk. Akibatnya jika disiram menjadi licin, namun ketika kering menjadi berdebu. Lebih lagi jalan desa harus menahan beban berlebih, karena berat dump truk sangat berat dengan muatan tanah uruk. Selain itu juga membahayakan penguna jalan lain yang melintas.

Pengelola tambang beralasan jika aktivitas ini tidak lain agar tanah berbukit ini rata. Sehingga dapat digunakan untuk pemukiman. Sehingga tidak perlu mengurus ijin pertambangan sesuai peraturan yang berlaku.

Karena jika mengurus ijin, pengusaha wajib memiliki sejumlah syarat administrasi. Selain itu juga diminta bertanggung jawab reklamasi tambang. Namun dengan alasan pemerataan tanah tersebut, pengelola tambang merasa tidak perlu mengurus ijin.

DAMPAK BURUK : Akibat pertambangan tanah uruk membuat jalan sekitar menjadi licin atau berdebu. Bahkan menyebabkan pengguna jalan terjatuh.

DAMPAK BURUK : Akibat pertambangan tanah uruk membuat jalan sekitar menjadi licin atau berdebu. Bahkan menyebabkan pengguna jalan terjatuh.

Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Pemetaan Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Tuban, Cucuk  Dwi S, Jumat (24/10/2014) , mengungkapkan tambang ilegal ini sudah ditindak administrasi dengan mengirim surat maupun tindakan penyegelan. Namun upaya tersebut tetap saja tidak dihiraukan.

Alasan pemerataan tanah menurut Cucuk tidak lebih sebagai alasan untuk tidak mengurus ijin. Buktinya tanah hasil galian dari tanah lebih tinggi tidak diuruk ke sisi kanan atau kiri lokasi yang posisinya lebih rendah. Bahkan hasil galian jelas dijual untuk  kepentingan bisnis. “Ini jelas melanggar aturan, sudah ditindak tapi tidak dihiraukan,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Menilo, Mastukan  menegaskan lokasi tambang ini belum berijin. Bahkan dia juga pernah menyampaikan agar pengelola mengurus ijin, namun juga tetap tidak dihiraukan. “Kami sudah memperingatkan tentang alur yang semestinya di lakukann, namun tidak di indahkan oleh pihak pengelola,” tegasnya, Sabtu (25/10/2014). ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos