Published On: Sel, Jul 14th, 2015

Pemkab Tuban Telisik Koordinat Goa Ngerong

TUBAN

RAPATKAN BARISAN: Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein swaat memimpin rakor dengan Pemdes Rengel, Muspika dan aktivis lingkungan di Gedung PKK Kecamatan, Senin (17/07/2015) sore.

RAPATKAN BARISAN: Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein swaat memimpin rakor dengan Pemdes Rengel, Muspika dan aktivis lingkungan di Gedung PKK Kecamatan, Senin (13/07/2015) sore.

seputartuban.com-Pemkab Tuban menyiapkan skenario untuk menyelamatkan situs Goa Ngerong di Desa Rengel pasca langit-langitnya longsor awal bulan ini.

Langkah pertama sebagai upaya tidak terjadi longsor susulan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein memerintahkan tiga SKPD, melakukan pendalaman penyebab insiden runtuhnya atap goa yang di dalamnya dihuni puluhan ribu kelelawar itu.

Ketiga SKPD di lingkungan Pemkab Tuban yang dimaksud Wabup Noor Nahar adalah badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD), badan lingkungan hidup (BLH) serta Dinas Pertambangan dan Energi.

Ketiganya diminta segera melakukan pemetaan tata letak lorong goa dan mengeluarkan reruntuhan batu dari material longsoran.

“Kita akan laklukan penelitian secara ilmiah untuk mengetahui letak pasti lorong Goa Ngerong yang di bawahnya ada sungai tersebut. Nantinya di atas titik itu akan disterilkan. Baik dari penambangan maupun perumahan warga sehingga tidak terjadi longsor lagi,” ujar dia usai menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintahan Desa Rengel, Muspika setampat juga komunitas aktivis peduli lingkungan di Gedung PKK Kecamatan, Senin (13/07/2015) sore.

Menurutnya, jika sudah diketahui letak koordinat secara pasti dari lorong goa itu maka di atasnya akan dilakukan penertiban daerah dan dibangun kawasan lindung agar tidak menyebabkan longsor.

“Bila perlu, rumah yang ada di sekitar goa atau diatas lorong goa dilakukan relokasi,” tandas Noor Nahar.

Selain itu, Noor Bahar berharap agar Pemdes Rengel upaya penyelamatan goa ini dianggarkan dalam APB-Des mendatang.

Sekedar tahu, panjang lorong Goa Ngerong panjangnya diperkirakan lebih dari 2,800 meter dari mulut goa. Sedangkan longsor berada pada jarak 500 meter dari mulut goa.

Tapi karena sekitar reruntuhan saat ini juga mengalami keretakan dikhwatirkan terjadi longsor susulan. Selain dipakai untuk kebutuhan air bersih warga, sungai yang hulunya berasal dari dalam Goa Mgerong juga dimanfaatkan sebagai irigasi mengairi persawahan pada delapan desa yang ada di kawasan selatan dan timur Kecamatan Rengel.

Di sekitar goa tersebut terdapat 10 titik lokasi tambang dengan kedalaman mencapai 6 meter. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan saat hujan turun. Sebab air hujan yang ngendon di bekas galian tambang akan menambah beban pada dinding goa.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author